RADARTUBAN-Terbakarnya Pasar Leuwiliang di Kabupaten Bogor Rabu (27/9) malam masuk kategori kebakaran pasar tradisional paling lama dengan jumlah tempat usaha yang jadi korban terbanyak.
Pasar Leuwiliang terbakar lebih dari 15 jam. Api kali pertama muncul Rabu (27/9) sekitar pukul 20.00 WIB dan baru berhasil dijinakkan Kamis (28/9) 12.00.
Sebagaimana dikutip dari REPUBLIKA.CO.ID, tempat usaha di Pasar Leuwiliang yang terbakar berdasarkan pendataan Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, berjumlah 1.615 lapak.
Saat ini Pemkab Bogor tengah berkoordinasi dengan Perumda Pasar Tohaga untuk mengkaji rencana relokasi sementara pedagang.
Bupati Bogor Iwan Setiawan menginstruksikan tim Perumda Pasar Tohaga untuk segera melakukan penanganan.
“Kami saat ini terus berkoordinasi dengan tim Perumda Pasar Tohaga berkenaan dengan rencana penanganan dampak kebakaran, pengkajian rencana relokasi sementara dan pengkajian penanganan dampak bencana kebakaran,” kata Iwan di lokasi.
Kasubid Humas dan Protokol Perumda Pasar Tohaga, Defi Imanullah, menyampaikan, setelah kebakaran tidak ada aktivitas jual beli di lokasi. Bahkan, hingga siang hari api masih belum padam keseluruhan
Defi menyebut tim Perumda Pasar Tohaga sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan lebih lanjut. Dari data yang dimilikinya, hingga Kamis (28/9) pagi total tempat usaha yang terbakar 1.615 lapak.
“Rinciannya ada 550 lokal kios, 580 lokal los, 450 lokal awning, dan 35 lokal pedagang kaki lima (PKL). Serta ada lima titik mandi cuci kakus (MCK) hangus pula dilalap api,” jelasnya.
Pusdatin Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor menyebut sekitar 16 unit mobil pemadam kebakaran yang terjun ke lokasi.
Belasan unit tersebut berasal dari Sektor Leuwiliang 3 unit, Sektor Ciawi 2 unit, Sektor Ciomas 2 unit, Sektor Citereup 2 unit, Sektor Parung 1 unit, Sektor Cibinong 2 unit, unit Rescue 1 unit, perbantuan Damkar Kota Bogor 1 unit dan perbantuan air BPBD 2 unit.
Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan 50 orang. Jumlah tersebut belum termasuk personel dari rescue dan relawan.
Dugaan sementara, api muncul dari kios yang menyediakan sembako, sayuran, dan buah-buahan.(ds)