Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Antisipasi Masuknya Virus Nipah, Bandara Ngurah Rai Perketat Pengawasan Wisatawan India

Dwi Setiyawan • Jumat, 29 September 2023 | 21:22 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Untuk mencegah masuknya virus Nipah, penyebab penyakit zoonosis ke Indonesia, otoritas Bandara Internasional Ngurah Rai Bali memberikan pengawasan khusus kepada wisatawan dari India. Terlebih, jumlah wisatawan India yang berkunjung ke Bali menempati peringkat kedua terbanyak.


Mengacu data Dispar Bali sebagaimana dikutip Antara, sejak Januari hingga Agustus 2023, wisatawan dari India berjumlah total 288.873 orang.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bali I Wayan Widia mengatakan, wisatawan India yang memiliki gejala Virus Nipah perlu dicurgai.

“Yang merebak India, nah tentu tiap masyarakat yang pernah berkunjung ke sana atau orang India yang banyak sekarang berkunjung ke Bali ada keluhan seperti itu perlu kita curigai, kita ambil pemeriksaan darahnya dan melakukan PE (penyelidikan epidemiologi),” kata dia di Denpasar, Jumat (29/9).

Widia menjelaskan, virus Nipah tak kasat mata. Gejalanya seperti infeksi pada umumnya.


Selain pemeriksaan laboratorium juga mempertimbangkan riwayat perjalanannya.

Penyakit zoonosis ditularkan dari kelelawar buah. Penyakit ini sekarang merebak di India.

Untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah ke Pulau Dewata, Dinkes Bali berkoordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) untuk memeriksa setiap orang dengan gejala virus tersebut. Dua di antaranya demam dan ruam. Pemeriksaan berikutnya, catatan perjalanan wisatawan.


“Kita tidak bisa juga (tebang pilih saat memeriksa) kita harus antisipasi, kita punya pengawasan di pintu masuk, tentu diuji laboratorium lah,” ujarnya.

Hingga saat ini, dia menyebut belum ada gejala yang ditemukan. Namun demikian, Dinkes Bali tetap jemput bola dengan melakukan pengamatan surveilans sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Bagi Masyarakat yang merasakan gejala demam, Widia meminta yang bersangkutan datang ke fasilitas kesehatan. Tak kalah pentingnya memakai masker jika diperlukan.

Khusus pekerja pariwisata, dia mengimbau mengarahkan tamunya ke klinik milik akomodasi penginapan bila menemukan gejala yang sama.

“Masing-masing hotel ada klinik jadi kalau melihat yang seperti itu jangan sembarangan, biar petugas kesehatan yang menangani, biar tidak panik masyarakat apalagi kita baru bangkit. Sama-sama kita menjaga dengan tetap taati kesehatan,” tegas Widia.


Kepala Dinas Kesehatan Bali I Nyoman Gede Anom menerangkan, selain menular dari hewan ke manusia, virus ini juga menular dari manusia ke manusia.

“Cara penularan dapat melalui kontak dengan urine, air liur, spesimen atau makan yang terkontaminasi. Kelelawar buah dan babi diketahui telah terbukti memberikan wabah Virus Nipah di Malaysia dan Singapura,” jelasnya.

Karena itu, dia berpesan agar masyarakat menghindari kontak dengan hewan atau jaringan hewan yang terinfeksi, menggunakan alat pelindung diri jika terpaksa melakukan kontak, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi atau cuci tangan setelah mengunjungi orang yang sakit.

“Sementara itu yg kita lakukan, sambil menunggu imbauan lebih lanjut dari Kemenkes, karena saat ini virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia,” ujar Nyoman.
Sebelumnya Kemenkes menyebarkan edaran soal kewaspadaan virus ini. Itu karena negara terkonfirmasi tak jauh dari Indonesia.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Pengawasan Wisatawan #wisatawan India #Bandara Ngurah Rai #Virus Nipah