"Melalui Teater Keliling yang mementaskan berbagai cerita rakyat tersebut, kami ingin mengingatkan kembali bahwa Indonesia tidak kalah kaya dari negara-negara luar dengan materi cerita rakyat yang klasik dengan ciri khas daerah masing-masing yang begitu unik," ujar Ketua Yayasan Teater Keliling Dolfry Inda Suri dalam
rilisnya yang diterima Antara, Jumat (29/9).
Dia menjelaskan, Teater Keliling yang berdiri sejak 13 Februari 1974 membawa misi keliling Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Juga singgah pada sebelas negara di dunia.
Pementasannya, terang Dolfry, mencapai 1.600 pertunjukan lebih untuk menebarkan nilai-nilai kemanusiaan demi Indonesia yang lebih baik. Muatan pementasan tersebut memberikan pendidikan karakter dan mental.
Teater Keliling didirikan Dery Syrna, Rudolf Puspa, Buyung Zasdar dan Paul Pangemanan yang dibantu tokoh teater Jajang C. Noer, Saraswaty Sunindya, Ahmad Hidayat, Willem Patrijawane, Syaeful Anwar, dan RW Mulyadi.
Sebelumnya, pada 15-24 September 2023, Teater Keliling sukses mementaskan Musikal Calon Arang di lima kota yang bekerja sama dengan Djarum Foundation.
Lima kota tersebut, Bandung, Kudus, Madura, Makassar, dan Toraja.
Pertunjukan drama berkonsep musikal yang diadaptasi dari cerita rakyat Bali itu dikolaborasikan dengan musik, bela diri, tari, dan nyanyian.
"Melalui kolaborasi ini, mereka belajar tentang nilai-nilai budaya, warisan nenek moyang, dan pesan-pesan yang tersembunyi dalam setiap kisah yang dipentaskan yang dapat menjadi pondasi kuat dalam membangun kecintaan mereka terhadap kebudayaan. Hal ini juga mampu memupuk rasa bangga akan warisan budaya Indonesia dan membantu menjaga tradisi-tradisi berharga agar tetap hidup dalam benak dan jiwa generasi muda kita," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Renitasari menyampaikan, Teater Keliling senantiasa menghadirkan pertunjukan yang unik dan sarat pesan. Di setiap wilayah Indonesia yang dikunjungi, kelompok ini berhasil menghibur dan menyebarkan cinta budaya di hati para penikmat seni.
"Konsep pentas ini sendiri menjadi menarik karena berkolaborasi dengan penggiat seni di daerah masing-masing, sehingga semakin banyak seniman daerah yang terlibat dalam seni pertunjukan," ujarnya.
Musikal Calon Arang, terang dia, bercerita tentang Nyi Rangga, dukun sakti nan keji di sebuah desa bernama Desa Girah. Nyi Rangda memiliki anak yang disayangi bernama Ratna Manggali.
Ratna adalah gadis berparas ayu "yang terkutuk". Tak satu pun pemuda yang berani mendekatinya karena takut dengan ibunya yang menyeramkan.
Bayang-bayang Nyi Rangda menjadi konflik utama dari kisah yang mempertemukan karakter demi karakter yang ditemui dalam pementasan tersebut.
"Keberagaman budaya dan suku bangsa yang kental melalui legenda atau cerita rakyat yang dimiliki Indonesia begitu kaya. Ini menjadi penting di mana teater keliling ingin terus melanjutkan upaya melestarikan cerita-cerita rakyat Indonesia yang tentunya menjadi identitas terbaik yang dimiliki bangsa ini. Melalui kreativitas, cerita rakyat akan disajikan dalam konsep pertunjukan modern, namun tidak kehilangan sisi tradisionalnya sebagai bentuk bangga terhadap apa yang budaya kita miliki," ujarnya.(ds)