Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

DPR Setujui PMN Puluhan Triliun untuk Sejumlah BUMN

Tulus Widodo • Senin, 2 Oktober 2023 | 21:02 WIB
Kementerian Keuangan Sri Mulyani
Kementerian Keuangan Sri Mulyani

RADARTUBAN – Pemerintah harus mengalokasikan anggaran puluhan triliun untuk penyertaan modal di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ini menyusul persetujuan Komisi XI DPR RI terkait pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada sejumlah BUMN untuk tahun anggaran 2023 dan 2024. Keputusan tersebut diambil dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (2/10) siang.

‘’Pemberian PMN tunai maupun non tunai dengan mengucapkan alhamdulillah kita setujui,’’ kata Ketua Komisi XI DPR RI Kahar Muzakir dalam rapat, seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Komisi XI menyatakan pelaksanaan PMN diarahkan sesuai dengan upaya kebijakan dan program masing-masing BUMN. Sementara itu, dalam keputusan yang sama pemerintah juga tidak melakukan PMN tunai kepada PT PLN Persero sebesar Rp 10 triliun dan PT Bina Karya Rp 500 miliar.

"Kemenkeu melakukan monitoring dan evaluasi atas PMN tunai dan non tunai yang diberikan kepada BUMN serta kinerja kontrak manajemen yang juga dilaporkan ke Komisi XI setiap semester,’’ kata politisi Partai Golkar itu.

Menanggapi keputusan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji bahwa pemerintah akan terus mengawasi kinerja BUMN dan penggunaan PMN tersebut.

‘’Semoga pembahasan dan persetujuan dari Komisi XI akan memperkuat BUMN kita terutama yang menjalankan tugas pembangunan nasional,’’ kata dia. (*)

 

Berikut daftar BUMN yang memperoleh PMN tunai dan non tunai untuk anggaran 2023 dan 2024.

PMN Tunai TA 2023

  1. PTHutama Karya (Persero) sebesar Rp 28,84 triliun
  2. Perum LPPNPI/Airnav sebesar Rp 659,19 miliar
  3. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp 3 triliun
  4. PT Sarana Multigriya Finansial Rp 1,530 triliun
  5. PT Len Industri (Persero) Rp 1,754 triliun
  6. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Rp 1,014 triliun

 

PMN Non Tunai TA 2023

  1. Perum LPPNPI/Airnav Indonesia berupa Barang Milik Negara senilai Rp 892 miliar
  2. PTRajawali Nusantara Indonesia (Persero) berupa konversi piutang negara senilai Rp 2,564 triliun
  3. PTASDP Indonesia Ferry (Persero) berupa BMN senilai Rp 388,56 miliar
  4. PTBrantas Abipraya (Persero) berupa BMN senilai Rp 211,98 miliar
  5. PTSejahtera Eka Graha berupa BMN senilai Rp 1,227 triliun
  6. PT Pertamina (Persero) berupa BMN dengan nilai Rp 49,94 miliar
  7. PTLen Industri (Persero) berupa konversi piutang senilai Rp 456,25 miliar

 

PMN Tunai TA 2024

1.PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 18,604 triliun

2.PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) senilai Rp 3,556 triliun

3.PT Wijaya Karya (Persero) Tbk senilai Rp 6 triliun

Editor : Kifani Amalija Putri
#BUMN #Kemenkeu #komisi xi dpr ri #sri mulyani