Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

12 Oktober Diperingati Hari Penglihatan Sedunia, Kemenkes: Perhatikan Kesehatan Mata Para Pekerja

Dwi Setiyawan • Rabu, 11 Oktober 2023 | 13:51 WIB
Tangkapan layar - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Eva Susanti dalam Press Briefing Hari Penglihatan Sedunia 2023 yang diikuti secara daring (10/10). (ANTARA)
Tangkapan layar - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Eva Susanti dalam Press Briefing Hari Penglihatan Sedunia 2023 yang diikuti secara daring (10/10). (ANTARA)

RADARTUBAN-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau setiap perusahaan untuk lebih memperhatikan kesehatan mata para pekerjanya. Itu karena gangguan penglihatan dapat menurunkan produktivitas pekerja secara signifikan selain mengurangi risiko kerusakan Indera penglihatan tersebut.


"Edukasi dan informasi untuk menjaga kesehatan penglihatan di tempat kerja, perlu dilakukan secara masif agar masyarakat dapat terhindar dari gangguan penglihatan mata yang bisa dicegah," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Eva Susanti dalam Press Briefing Hari Penglihatan Sedunia pada 12 Oktober 2023 di Jakarta, Selasa (10/10).


Eva berharap perlindungan kesehatan mata pekerja perlu diperhatikan para pemimpin Perusahaan. Apalagi, saat ini jumlah pekerja produktif di Indonesia mencapai 138,63 juta orang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023.

Separo penduduk Indonesia yang produktif tersebut, kata dia, mempunyai risiko gangguan penglihatan di tempat kerja, baik di sektor formal maupun informal.
Misalnya terkena katarak hingga refraksi atau glaukoma yang berpotensi menyebabkan pekerja kehilangan penglihatannya.


Penyebab lainnya, penggunaan alat digital yang menuntut seseorang melihat lebih dekat ke arah layar dalam jangka waktu yang lama. Dia mengatakan kebiasaan tersebut berdampak negatif pada produktivitas pekerja jika tidak dilakukan intervensi sedini mungkin. Menurut Eva, jika gangguan penglihatan tidak segera mendapatkan tindakan, maka produktivitas seseorang dapat menurun sekitar 10 persen dan akurasi aktivitas menurun sebanyak 22 persen.


"Sebanyak 90 persen dari seluruh gangguan penglihatan sebenarnya dapat dicegah atau diobati. Bahkan mayoritas penyakit mata, bisa diobati jika dideteksi lebih awal," ujarnya.
Pemerintah, lanjut dia, berusaha mengangkat isu soal gangguan penglihatan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.


Undang-Undang tersebut mengupayakan layanan kesehatan penglihatan dan pendengaran dalam rangka meningkatkan produktivitas dan derajat kesehatan penglihatan maupun pendengaran.


Tujuan lain, menurunkan angka disabilitas, serta mengupayakan penyelenggaraan layanan kesehatan yang sesuai dengan standar, aman, bermutu dan terjangkau.


"Dalam amanah ini juga disebutkan bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan penglihatan dan pendengaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dapat menetapkan gangguan penglihatan tertentu sebagai prioritas nasional ataupun daerahnya," ujarnya.


Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Pendengaran, pemerintah juga berupaya menargetkan angka prevalensi gangguan penglihatan di Indonesia turun sekitar 25 persen pada 2030.
Upaya lain yang dilakukan pemerintah supaya masyarakat lebih memperhatikan kesehatan matanya adalah memperingati Hari Penglihatan Sedunia 2023 yang jatuh pada 12 Oktober 2023. Temanya Love Your Eyes At Work.


Dalam penyelenggaraannya, Kemenkes meningkatkan kepedulian tiap pihak dengan memberikan edukasi, kampanye dan sosialisasi melalui media sosial resmi dan mengadakan seminar bagi tenaga kesehatan.


Termasuk mengajak pekerja melakukan deteksi dini ketika merasakan gejala gangguan penglihatan ke fasilitas kesehatan terdekat.


“Mata adalah jendela dunia, tanpa mata yang sehat, produktivitas individu akan menurun dan akhirnya akan berdampak kepada kualitas sumber daya manusia dan produktivitas masyarakat,” kata Eva.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#12 Oktober #Hari Penglihatan Sedunia #Kemenkes #Kesehatan Mata Para Pekerja