RADARTUBAN – Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Tuban turut memberikan respon ihwal kepastian Wakil Bupati Riyadi menjadi manajer Persatu.
Sebab, diamnya Riyadi terkait penunjukkan dirinya sebagai manajer Persatu memicu kecemasan bersama, utamanya suporter Laskar Ronggolawe— sebutan suporter Persatu.
‘’Dari pertemuan antara manajemen dan suporter Persatu pada pertengahan Oktober lalu. Sampai saat ini belum ada kelanjutan (pertemuan bersama Wakil Bupati Riyadi, Red),’’ kata Ketua Askab PSSI Tuban Budi Sulistya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (26/10).
Semula, pihak manajemen Persatu berencana menggelar pertemuan bersama Riyadi menyusul masih disematkannya nama mantan Kepala Desa Maibit, Kecamatan Rengel itu sebagai manajer Persatu. Namun, hingga saat ini tak kunjung teragendakan.
‘’(Askab PSSI, Red) sifatnya memfasilitasi pertemuan saja, maka kami hanya menunggu saja (kapan diagendakan pertemuan),’’ imbuhnya.
Disampaikan Budi, pertemuan antara manajemen dan Riyadi ini cukup penting. Itu mengingat Persatu sudah terdaftar di sebagai peserta Liga 3 Regional Jatim dan mencantumkan nama Riyadi sebagai manajer.
Karenanya, penting adanya kepastian statement kesanggupan dari Riyadi secara langsung.
‘’Karena setelah ini, juga banyak yang perlu dipersiapkan, seperti pemain, pelatih lalu juga pemusatan latihannya,’’ ujarnya yang akan turut memberikan andil.
Sementara itu, salah satu suporter dan anggota Persatu Fans, Ida Husni Mubarok mengaku sudah mencoba melakukan komunikasi dengan manajemen Persatu dan juga Riyadi. Namun, sejauh ini belum mendapatkan hasil.
‘’Sampai saat ini Pak Riyadi belum diajak komunikasi oleh manajemen,’’ bebernya. Lebih lanjut, Ida menyampaikan, ketika dirinya berkomunikasi dengan pengurus Persatu, jawabannya selalu menunggu dan menunggu.
‘’Menunggu instruksi dari CEO Persatu Pak Nasruddin. Sementara ketika Pak Nasruddin kami hubungi tidak bisa, nomor handphone-nya tidak aktif,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah