RADARTUBAN-Waspadai orang-orang yang memberikan dampak buruk pada orang lain atau toxic people! Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut mereka adalah salah satu pemicu angka perceraian di Indonesia.
"Saat ini angka perceraian tinggi karena banyak keluarga asalnya adalah orang toksik bertemu orang waras, orang waras bertemu orang toksik, atau orang toksik bertemu yang toksik juga, akhirnya berkelahi terus dan terjadilah perceraian,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dilansir dari Antara.
Dia membeberkan sejak 2015 angka perceraian meningkat pesat. Bahkan pada 2021, jumlahnya mencapai 581 ribu keluarga yang bercerai. Sedangkan jumlah pernikahan dalam satu tahun sebanyak 1,9 juta.