Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Papua Sumbang 50 Persen Keanekaragaman Hayati Indonesia, Akademisi: Sejumlah Fauna Terancam Punah

Dwi Setiyawan • Minggu, 5 November 2023 | 20:46 WIB
Flora fauna Papua hampir punah
Flora fauna Papua hampir punah

RADARTUBAN-Tanah Papua layak mendapat julukan Megadiversitas. Betapa tidak, 50 persen keanekaragaman hayati di Indonesia disumbang dari Bumi Cendrawasih tersebut. 

Melimpahnya kekayaan hayati Papua diungkapkan akademisi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Cenderawasih, Daawia. 

"Papua juga merupakan wilayah terakhir di bumi yang memiliki kehidupan liar (the last wildeness area in the world), sehingga kita harus bangga dan memelihara alam Papua dengan baik," kata dia kepada Antara di Jayapura, Minggu (5/11).

Pengajar entomology, biologi dasar, pengetahuan lingkungan, entomology kesehatan dan hortikultura Fakultas MIPA Uncen itu mengatakan, tanah Papua memiliki sekitar 50 daerah konservasi yang perlu diperketat dan diawasi. Itu karena banyak pelanggaran yang terjadi di daerah konservasi seperti perburuan atau penebangan pohon.

 

Penegakan aturan terhadap perburuan hewan-hewan yang dilindungi dan penebangan hutan di daerah konservasi juga perlu dijatuhi hukuman. ‘’Juga harus dilakukan edukasi dengan memasukkan keanekaragaman hayati ke dalam kurikulum sekolah, mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, sehingga generasi muda disiapkan sejak awal dalam pelestarian alam dan keanekaragaman hayati tanah Papua,’’ Daawia.

 

Menurut dia, juga perlu sarana perlindungan flora dan fauna secara exsitu, misalnya kebun kehati (keanekaragaman hayati) yang dapat dibuat secara tematik, seperti kebun anggrek, kebun kupu-kupu, kebun flora, kebun fauna langka, dan kebun etnobotani.

 

‘’Keberadaan kebun tematik ini dapat menyediakan tanaman yang biasanya digunakan sekitar 250 suku di Tanah Papua sebagai tanaman obat tradisional, pangan tradisional, untuk upacara adat, untuk melukis, bahan bangunan rumah tradisional, pewarna alami, dan tanaman untuk membuat noken," ujarnya.

Dia juga mengatakan, dengan adanya tempat perlindungan flora dan fauna, dapat digunakan para pelajar dan mahasiswa maupun peneliti sebagai pusat edukasi dan tempat penelitian flora dan fauna Papua.

Apalagi, keanekaragaman hayati Papua yang kaya dan sekitar 80 persen di antaranya endemik, karena hanya ditemukan di Papua. Dia mencontohkan sekitar 3.000 spesies anggrek dan 1.000 spesies kupu-kupu.

Daawia juga mengemukakan fauna di Papua yang terancam punah, di antaranya kanguru pohon mantel emas, labi-labi moncong babi, hiu karpet berbintik, kasuari gelambir tunggal, kasuari kerdil, burung mambruk, dan burung cenderawasih.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#papua #populasi #flora #Fauna #Megadiversitas #biodiversitas #keanekaragaman hayati #punah