Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden Anugerahkan Enam Gelar Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 10 November

Dwi Setiyawan • Jumat, 10 November 2023 | 14:27 WIB
Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan mengumumkan 6 Pahlawan Nasional yang disetujui Presiden
Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan mengumumkan 6 Pahlawan Nasional yang disetujui Presiden

RADARTUBAN-Pada momen Hari Pahlawan yang diperingati pada 10 November hari ini, Presiden Joko Widodo akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk enam pejuang.

Pejuang yang mendapat gelar pahlawan nasional tersebut justru tidak terkait dengan pertempuran Surabaya yang terjadi pada 1945 dan melandasi lahirnya Hari Pahlawan. Mereka yang berasal dari berbagai daerah di tanah air tersebut merupakan perintis, pendobrak, dan pejuang kemerdekaan.

 

“Setiap Hari Pahlawan, kita (Pemerintah Indonesia, Red) menganugerahkan gelar pahlawan kepada para pejuang yang dulu ikut memperjuangkan kemerdekaan negara dan atau ikut mengisi kemerdekaan dengan pengabdian dan perjuangan yang luar biasa jasanya kepada negara,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, dikutip dari Antara.

Mahfud mengatakan, keenam pejuang yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tersebut, Ida Dewa Agung Jambe (Bali), Bataha Santiago (Sulawesi Utara), Mohammad Tabrani Soerjowitjirto (Jawa Timur), Ratu Kalinyamat (Jawa Tengah), KH Abdul Chalim (Jawa Barat), dan KH Ahmad Hanafiah (Lampung).

Dia menjelaskan, para pejuang yang tahun ini ditetapkan pemerintah sebagai Pahlawan Nasional telah memenuhi tiga syarat umum, yakni sudah wafat, sudah berjuang, tidak pernah berkhianat. 

Dalam penganugerahan gelar tersebut, Kemenko Polhukam memimpin Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Dewan inilah yang menilai usulan dari pemerintah daerah melalui Kementerian Sosial (Kemensos). 

 

“Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 115-TK-TH-2023 tertanggal 6 November 2023, presiden menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam orang pejuang mulai dari perintis kemerdekaan sampai dengan pendobrak dan pejuang kemerdekaan langsung secara fisik dan orang-orang yang berjasa dalam NKRI ketika itu,” kata Menkopolhukam ujarnya.

Berikut Enam Pejuang yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional:

 

1. Ida Dewa Agung Jambe, yang juga dikenal sebagai Raja Klungkung Ke-2, merupakan pejuang yang gugur saat berjuang melawan tentara Kolonial Belanda dalam Perang Puputan Klungkung pada 28 April 1908.

 

2. Bataha Santiago merupakan Raja Ketiga Manganitu di Sangihe, daerah yang saat ini masuk dalam Provinsi Sulawesi Utara. Bataha dikenal sebagai satu-satunya raja di Kepulauan Sangihe yang menolak meneken kerja sama dagang dengan VOC Belanda.

 

3. Mohammad Tabrani Soerjowitjirto, yang juga berjuluk Bapak Bahasa Indonesia. Merupakan pelopor dan Ketua Kongres Pemuda I pada 1926, yang menjadi cikal bakal Sumpah Pemuda pada 1928. Dia dikenal sebagai pencetus pertama istilah Bahasa Indonesia dalam tulisannya berjudul Kasihan yang terbit di Koran Hindia Baroe pada 10 Januari 1926.

4. Ratu Kalinyamat (nama asli Retna Kencana). Satu-satunya perempuan yang menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini tersebut merupakan penguasa Jepara pada masa masuknya Islam ke Pulau Jawa. Dia dikenal sebagai sosok pemberani dan heroik karena beberapa kali ikut terlibat dalam pertempuran menyerang Portugis.

 

Ratu Kalinyamat pada 1550 membantu Sultan Johor melawan tentara Portugis dengan mengirim 40 kapal perang dan 4.000 pasukan ke Selat Malaka. Tujuan dari pertempuran itu utamanya membebaskan perairan Malaka dari dominasi Portugis.

 

Selain itu, Ratu Kalinyamat juga membantu perjuangan masyarakat Hitu di Ambon untuk melawan Portugis pada 1565. Terakhir, Ratu Kalinyamat kembali mengirim 300 kapal berisi 15.000 pasukan untuk membantu Sultan Aceh berperang melawan penjajah Portugis di Malaka.

 

5. KH Abdul Chalim merupakan pengurus pertama PBNU. Dia dikenal ikut bergerilya bersama para pejuang lainnya saat perang 10 November 1945.

6. KH Ahmad Hanafiah, tokoh NU dan putra daerah Lampung dikenal sebagai pejuang yang memimpin perlawanan atas agresi militer Belanda di Lampung pada 1947.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#hari pahlawan #pejuang #Mahfud #Jokowi #pahlawan nasional