Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Terjatuhnya Dua Pesawat Tempur Super Tucano di Pasuruan Diduga Akibat Cuaca Buruk

Dwi Setiyawan • Jumat, 17 November 2023 | 04:58 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Buruknya cuaca diduga menjadi pemicu jatuhnya dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano milik Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh TNI Angkatan Udara di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11).


Perkiraan tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati dalam jumpa pers di Lanud Abd Saleh Malang, Jawa Timur, Kamis (16/11).

‘’Akibat kondisi cuaca buruk menyebabkan pilot tidak memiliki jarak pandang maksimal. Sehingga ini murni akibat cuaca kelihatannya, namun, saya belum bisa memastikan karena harus ada penyelidikan lebih lanjut," terangnya dilansir dari Antara.


Agung menjelaskan, empat pesawat yang terlibat dalam sesi latihan formasi rutin. Keempat pesawat tersebut bergabung dalam sebuah formasi dan kemudian terjadi cuaca buruk.

Menurut dia, dalam kondisi cuaca buruk tersebut pesawat melakukan manuver untuk melepaskan diri. Namun, pada saat melakukan manuver tersebut, terjadi hilang kontak pada pesawat dengan nomor ekor TT-3111 dan TT-3103.


"Dua pesawat lain berusaha naik dan ke luar dari awan. Pada saat itu dilakukan kontak, tidak bisa menghubungi. Dan setelah dua pesawat mendarat, mendapat laporan dari aparat teritorial bahwa ada pesawat terjatuh di Kabupaten Pasuruan," katanya.

Agung menyebut saat ini TNI AU telah menerjunkan tim untuk mencari data recorder pesawat Super Tucano tersebut. Dalam data recorder itu, menyimpan berbagai informasi penting saat pesawat mulai terbang hingga terjadi kecelakaan.

"Data recorder pesawat ini, menyimpan rekaman suara, rekaman gambar kamera pesawat, rekaman ketinggian, kecepatan, posisi, lokasi dan semua yang dibutuhkan," katanya.

Bagi masyarakat setempat yang menemukan, dia mengimbau untuk tidak menyimpan benda-benda yang terkait dengan kecelakaan pesawat tersebut. Serpihan badan pesawat itu diperlukan untuk melakukan penyelidikan dan mengetahui penyebab utama kecelakaan pesawat itu.

"Kami mohon, bila masyarakat menemukan peralatan dari pesawat tersebut mohon jangan dipindahkan, jangan dibawa, jangan disimpan. Karena itu dibutuhkan untuk penyelidikan," katanya.

Dalam peristiwa kecelakaan tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal. Sementara satu lainnya masih dalam pencarian. Korban yang masih dalam pencarian tersebut adalah Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Komandan Skadron Udara 21).


Sementara tiga jenazah yang telah ditemukan adalah Kolonel Penerbang Subhan (Danwing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh), Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya (Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh), dan Mayor Pnb Yuda A. Seta.(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#latihan #Pasuruan #cuaca #tempur #tni au #pilot #TNI #tni angkatan udara #manuver #buruk #pesawat #Kecelakaan