RADARTUBAN- Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Sandhra Gunawan yang semula belum diketahui keberadaannya sesaat setelah insiden jatuhnya dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano milik Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh TNI Angkatan Udara di wilayah Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pukul 19.00 WIB.
"Pada pukul 19.00 WIB, jenazah Lektol Sandhra sudah ditemukan, menyusul akan dibawa ke sini," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati dalam jumpa pers di Lanud Abd Saleh Malang Jawa Timur, Kamis (16/11) malam, dikutip dari Antara.
Dengan ditemukannya korban terakhir, berarti seluruh korban jatuhnya dua pesawat tempur taktis Super Tucano berjumlah empat orang.
Tiga korban sebelumnya yang jasadnya ditemukan Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya (Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh), Kolonel Pnb Subhan (Danwing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh), dan Mayor Pnb Yuda A. Seta.
Agung menjelaskan, jenazah Mayor Pnb Yuda A. Seta dan Kolonel Pnb Subhan sudah berada di Lanud Abd Saleh Malang dan disemayamkan di hangar. Sebelumnya jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Udara.
"Untuk Kolonel Widiono dan Letkol Sandhra, akan segera menyusul dibawa ke Lanud Abd Saleh Malang," katanya.
Dia menyampaikan, sebelum dibawa ke Lanud Abd Saleh Malang, dua jenazah tersebut akan diperiksa dan dibersihkan terlebih dahulu di rumah sakit.
"Kami belum dapat informasi rencana jenazah akan dikirim ke mana, karena menyangkut keinginan keluarga. Tapi kami pastikan kami akan mengurus jenazah dengan baik," ucap Agung.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar, aparat teritorial, pecinta alam yang telah membantu melaksanakan evakuasi korban tersebut.
Dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI Angkatan Udara jatuh di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Kamis siang kurang lebih pukul 12.00 WIB. Dua pesawat itu bernomor registrasi TT-3111 dan TT-3103 yang tengah melakukan sesi latihan rutin.
Dalam sesi latihan tersebut, dua pesawat tempur itu diterbangkan oleh empat perwira menengah (pamen) TNI AU. Pesawat tersebut take off pada pukul 10.51 WIB dan hilang kontak pada 11.18 WIB. Dugaan awal, jatuhnya pesawat tempur tersebut akibat cuaca buruk.(ds)
Editor : Muhammad Azlan Syah