RADARTUBAN-Tiga korban meninggal dunia akibat kecelakaan dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano milik TNI Angkatan Udara di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan pada Kamis (16/11) pagi, Jumat (17/11) siang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati, Kota Malang, Jawa Timur.
Tiga korban yang dimakamkan di TMP Suropati adalah Marsekal Pertama TNI (Anumerta) Subhan, Marsekal Pertama TNI (Anumerta) Widiono Hadiwijaya, dan Kolonel Penerbang (Anumerta) Sandhra Gunawan. Satu korban lain, Letkol Penerbang (Anumerta) Yuda A. Seta dimakamkan di TMP Madiun.
Dilansir dari Antara, upacara pemakaman secara militer dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi II, Marsda TNI Budhi Achmadi. Upacara pemakaman dimulai pukul 10.45 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB.
"Apel Persada. Saya Panglima Komando Operasi II. Atas nama negara dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi jiwa, raga, dan jasa-jasa almarhum," kata Inspektur Upacara (Irup), Marsda TNI Budhi Achmadi dikutip dari Antara.
Dia menegaskan, meninggalnya prajurit dalam kecelakaan pesawat tempur saat menjalani sesi latihan formasi demi kepentingan dan keluhuran negara dan bangsa pada 16 November 2023.
"Semoga jalan dharma bhakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka," katanya.
Dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano yang tengah melakukan sesi latihan rutin, jatuh di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Dua pesawat itu bernomor registrasi TT-3111 dan TT-3103.
Pesawat tersebut take off pada pukul 10.51 WIB dan hilang kontak pada 11.18 WIB. Dua pesawat mengalami hilang kontak usai melakukan manuver formasi dan menembus awan. Dugaan awal, jatuhnya pesawat tempur tersebut akibat cuaca buruk.(ds)
Editor : Muhammad Azlan Syah