Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Terkendala Cuaca, Evakuasi Badan Pesawat Tempur Super Tucano Tanpa Terjunkan Helikopter

Dwi Setiyawan • Senin, 20 November 2023 | 16:55 WIB
Dok. Badan pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI AU setelah jatuh di Pasuruan
Dok. Badan pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI AU setelah jatuh di Pasuruan

RADARTUBAN-TNI Angkatan Udara (AU) mengalami kendala cuaca dalam mengevakuasi badan dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano yang jatuh di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada Kamis (16/11).


Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati mengatakan, dengan kondisi cuaca yang buruk, tidak memungkinkan menerjunkan helikopter untuk mengangkut bodi pesawat tempur Super Tucano. Begitu juga evakuasi dengan jalur darat terkendala beratnya medan yang harus melewati area yang terjal dan berbukit-bukit.


"Hingga saat ini TNI AU sudah berhasil mengangkut beberapa bagian dari pesawat tempur Super Tucano. Diharapkan seminggu ke depan sudah bisa diangkut seluruhnya," kata dia dikutip dari Antara.


Agung menegaskan, pencarian dan pengumpulan barang-barang di lokasi jatuhnya pesawat terus dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca. Untuk memudahkan evakuasi, pesawat akan dipotong menjadi beberapa bagian sebelum diangkut melalui jalan darat.
Setelah berhasil diangkut, puing-puing pesawat tersebut akan dikumpulkan di Lanud Abd. Saleh Malang. Dia menerangkan, perangkat network centric data cartridge (NCDC) sudah bisa dibaca untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat. 


Berbeda dengan video data recorder (VDR) pesawat yang harus dikirim ke luar negeri untuk dibaca. ‘’Untuk itu, kita perlu waktu menganalisa karena harus dikirim dulu," katanya.


Dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI Angkatan Udara jatuh di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Dua pesawat bernomor registrasi TT-3111 dan TT-3103 tersebut lepas landas pada pukul 10.51 WIB dan hilang kontak pada pukul 11.18 WIB, sesaat setelah melakukan sesi latihan manuver formasi. Dugaan awal, jatuhnya pesawat tempur tersebut akibat cuaca buruk.


Dalam peristiwa itu, empat korban meninggal dunia, yakni Marsekal Pertama TNI (Anumerta) Subhan, Marsekal Pertama TNI (Anumerta) Widiono Hadiwijaya, Kolonel Penerbang (Anumerta) Sandhra Gunawan, dan Letkol Penerbang (Anumerta) Yuda A. Seta.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#tni au #pesawat tempur taktis EMB 314 Super Tucano #penyebab jatuhnya pesawat #helikopter