Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peringatan Hari Guru Nasional, 25 November Tanggal Kelahiran Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara

Dwi Setiyawan • Sabtu, 25 November 2023 | 14:56 WIB
Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia
Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia

RADARTUBAN- Semangat Ki Hajar Dewantara memajukan pendidikan bangsa menjadi inspirasi utama pemilihan 25 November sebagai Hari Guru Nasional.

Siapakah sosok tokoh pendidikan Indonesia yang menjadi pelopor pendidikan bagi rakyat itu? Dikutip dari wikipedia, Ki Hajar Dewantara adalah bangsawan Jawa, aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, guru bangsa, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. 

Ki Hajar Dewantara adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. 

Atas jasa-jasanya dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia, pada 1959 Ki Hadjar Dewantara dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional oleh Presiden Soekarno. 

Tanggal kelahirannya, 25 November diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Semboyan ciptaannya, Tut Wuri Handayani menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah satu nama sebuah kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potretnya diabadikan pada uang kertas pecahan Rp 20.000 tahun edisi 1998. 

Masa muda dan awal karier

Soewardi Soerjaningrat, nama lahir Ki Hajar Dewantara berasal dari lingkungan keluarga bangsawan Kadipaten Pakualaman. Dia merupakan putra dari GPH Soerjaningrat dan cucu Paku Alam III. Ki Hajar Dewantara menamatkan pendidikan dasar di Europeesche Lagere School. Sekolah ini merupakan sekolah dasar khusus untuk anak-anak yang berasal dari Eropa. Dia sempat melanjukan pendidikan kedokteran di STOVIA. Namun, ia tidak menamatkannya karena kondisi kesehatan yang buruk.

Ki Hajar Dewantara pernah bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. 

Dia tergolong salah seorang penulis yang andal pada masanya. Gaya tulisannya bersifat komunikatif dengan gagasan-gagasan yang antikolonial. 

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, dia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, Ki Hajar Dewantara aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu terkait pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi Ki Hajar Dewantara.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#ki hajar dewantara #tokoh pendidikan #hari guru nasional #Pelopor pendidikan