Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

WHO Sebut Sembilan Varian Covid-19 Mendominasi Penyebaran di Dunia

Dwi Setiyawan • Senin, 25 Desember 2023 | 02:23 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Virus Covid-19 yang kini menyebar di dunia didominasi empat variants of interest (VOI) dan lima variants under monitoring (VUM). Sebaran varian baru tersebut disampaikan organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO). 

Merujuk laporan Covid-19 Epidemiological Update yang terbit pada 24 November 2023, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama menyebutkan, WHO saat ini memonitor berbagai varian yang kini banyak ditemui.

 

Varian tersebut terdiri dari empat VOI, yaitu XBB.1.5, XBB.1.16, EG.5 dan BA.2.86. Serta lima VUM, yaitu DV.7, XBB, XBB.1.9.1, XBB.1.9.2 dan XBB.2.3.

 

Melansir laman resmi WHO, terang dia, VOI adalah varian Covid-19 memiliki kemampuan genetik yang dapat memengaruhi karakteristik virus. 

Beberapa pengaruhnya, seperti tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, dan kemampuan menghindari diagnostik.

WHO mengatakan VOI juga menjadi penyebab penularan Covid-19 antarkomunitas atau menjadi penyebab munculnya klaster COVID-19.

Sedangkan VUM adalah varian yang diawasi akibat penyebaran yang luas dan berpotensi menyebabkan angka kasus Covid-19 di beberapa negara semakin meningkat.

"Akan baik kalau kita juga mendapatkan informasi berapa persen varian atau subvarian yang kini beredar di negara kita, beserta perkembangannya dari waktu ke waktu," kata dia, dilansir dari Antara. 

 

Pakar pulmonologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, pemerintah Singapura secara rinci menyebutkan lebih 60 persen kasus di wilayah setempat disebabkan oleh virus Covid-19 jenis JN.1 yang merupakan bagian dari varian BA.2.86.

"Singapura menyatakan bahwa sampai akhir November 2023 lebih dari 70 persen kasus Covid-19 disebabkan varian EG.5 dengan sub-lineage HK.3," katanya.

Singapura kembali mengalami peningkatan kasus Covid-19 hingga 75 persen, yaitu 56.043 kasus pada 3 sampai 9 Desember 2023 dibandingkan 32.035 kasus di pekan sebelumnya.

 

"Varian BA.2.86 kini sudah ada di 46 negara dan gambaran klinik praktis tidak berbeda dengan varian yang sebelum ini sudah beredar," katanya.

Sementara itu, varian yang kini tercatat paling banyak beredar adalah EG.5 yang dilaporkan dari 89 negara di dunia dan merupakan 51,6 persen dari sekuen genom yang dikirimkan ke GISAID.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#variants under monitoring #penularan #virus #varian #WHO #VUM #COVID-19 #variants of interest #VOI