Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ingin Terhindar dari Gangguan Kolesterol Selama Liburan? Disarankan Menjaga Pola Makan

Dwi Setiyawan • Senin, 25 Desember 2023 | 16:11 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Agar terhindar dari gangguan kolesterol selama liburan Natal dan tahun baru, masyarakat disarankan menerapkan pola makan sehat. 

Dokter spesialis penyakit dalam Wirawan Hambali menyarankan menghindari makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol, makanan olahan, makanan dengan kadar garam, dan kadar gula tinggi. 

 "Peningkatan aktivitas fisik juga dapat membantu mencegah dan mengelola gangguan kolesterol. Penting juga untuk menghindari alkohol dan menghentikan kebiasaan merokok," kata dia dikutip dari Antara. 

Dia menerangkan kolesterol adalah lemak yang beredar di dalam tubuh. Di dalam darah, lemak kolesterol dibawa protein. Gabungan keduanya disebut dengan lipoprotein.

Dalam kadar yang sesuai, terang dia, kandungan tersebut dibutuhkan tubuh dalam membantu membangun sel-sel baru, membantu tubuh memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak.

Dokter RS Pondok Indah, Puri Indah itu juga menyebut senyawa tersebut dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan, produksi hormon, dan membentuk vitamin D. 

Namun, jika kadarnya terlalu tinggi justru membahayakan tubuh karena menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasi.

Kolesterol disebut mengalami gangguan, apabila nilainya berada di luar dari rentang nilai normal yang seharusnya. Kriteria diagnosis gangguan kolesterol salah satunya kolesterol total dengan nilai di atas 200 mg/dL.

Selain itu, kolesterol LDL dengan nilai di atas 100 mg/dL dan trigliserida dengan nilai di atas 150 mg/dL (dianggap tinggi) serta kolesterol HDL dengan nilai di bawah 40 mg/dL pada pria dan 50 mg/dL pada wanita (dianggap rendah).

Wirawan mengatakan, kadar kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Dalam kebanyakan kasus, gejala baru terasa saat kondisi ini mengarah pada pembentukan plak di dalam pembuluh arteri.

"Plak ini dapat mempersempit arteri, sehingga hanya sedikit darah yang dapat melewatinya," kata dia.

Pembentukan plak, kata Wirawan, mengubah susunan lapisan arteri. Saat terjadi pengendapan pada dinding arteri, terjadi penurunan aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Menurut dia, kadar kolesterol tinggi meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke, sampai serangan jantung.

Terkait risiko kondisi ini, kata dia, pola makan tidak sehat sering dianggap sebagai pemicu utama seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

"Menyambut libur akhir tahun, sebaiknya Anda tetap sadar dalam memilih jenis makanan maupun minuman yang akan dikonsumsi. Waspadalah terhadap makanan yang mengandung tinggi lemak jenuh dan gula karena dapat meningkatkan kadar kolesterol," jelas Wirawan.

Selain pola makan yang tidak sehat, lanjut dia, faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan kolesterol, antara lain, kurangnya aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan gangguan kolesterol, faktor usia, dan kebiasaan merokok. Hal itu karena dapat mengurangi kadar HDL dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebagai upaya pencegahan gangguan kolesterol, dia menyarankan pemilihan pola makan sehat, aktif secara fisik dan menghindari kebiasaan merokok. ‘’Masyarakat juga disarankan jangan ragu untuk melakukan skrining dan konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam jika memiliki kadar kolesterol tinggi,’’ ujarnya. 

Wirawan juga mengutip data badan kesehatan dunia, WHO yang menyatakan kadar kolesterol tinggi adalah faktor risiko utama penyakit pembuluh darah jantung dan stroke, penyebab utama kematian di dunia.

Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2018 memperlihatkan proporsi penduduk Indonesia berusia lebih dari 15 tahun yang mengalami gangguan kolesterol adalah sekitar 21,2 persen dengan kadar Kolesterol total 200-239 mg/dL dan 7,6 persen dengan kadar kolesterol di atas 240 mg/dL.

"Ini menunjukkan bahwa banyak orang di Indonesia berisiko terkena penyakit jantung dan stroke akibat gangguan kolesterol," kata dia. (ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#natal #jantung #kesehatan #pola makan #lemak #kandungan #kolesterol #liburan #stroke