Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kemendikbud Tanggapi Protes Malaysia soal Bahasa Indonesia di UNESCO: Bahasa Indonesia, Bukan Bahasa Melayu

Dwi Setiyawan • Kamis, 28 Desember 2023 | 15:45 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Malaysia tak setuju bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi UNESCO. Terlebih, pengesahan tersebut berlangsung pada konferensi UNESCO dan disahkan di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis.


Keputusan tersebut menyulut reaksi dari Malaysia. Sejumlah warga Malaysia memberikan komentar di unggahan Presiden Joko Widodo terkait keputusan UNESCO tersebut.
Mereka menyatakan, seharusnya yang diresmikan adalah bahasa Melayu. Sebab, bahasa yang digunakan Indonesia adalah bahasa Melayu.


Dilansir dari Antara, terkait protes tersebut, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan (Kemendikbud) Muhammad Abdul Khak mengatakan, anggapan yang menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bagian dari bahasa Melayu, kurang tepat.


Itu karena Indonesia telah menyatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa negara. Sedangkan bahasa Melayu dianggap sebagai bagian dari bahasa daerah di tanah air.


”Klaim tadi kalau kita dudukkan dengan benar, menurut saya tidak pas. Karena Malaysia sendiri dalam upaya mengangkat bahasa Indonesia menjadi bahasa UNESCO tadi, sama sekali tidak terlibat. Dan nama yang kita ajukan memang bahasa Indonesia, bukan Bahasa Melayu,” jelas Khak dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (27/12).

Khak juga menjelaskan bahwa sebelumnya klaim Perdana Menteri Malaysia yang mengatakan Presiden Joko Widodo setuju bahasa Melayu menjadi bahasa ASEAN adalah tidak benar.
Dia menegaskan Indonesia tetap mengajukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN.

”Padahal kita tahu bahwa Indonesia mengakui Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Bagi kita orang Indonesia, bahasa Melayu adalah bahasa daerah yang hampir ada di seluruh Indonesia. Kalau menurut kajian kami, di Indonesia itu lebih dari 80 bahasa melayu sebagai bahasa daerah,” ujar Khak.(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kemendikbud #ASEAN #melayu #unesco #Konferensi #keputusan #Malaysia #resmi #bahasa indonesia