RADARTUBAN - Elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terekam terus naik. Hal itu dinilai semakin menguatnya dukungan dari masyarakat kepada Prabowo-Gibran.
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan hal itu tersebut membuka peluang kemenangan satu putaran Prabowo-Gibran. Menurutnya, masyarakat bisa saja berkehendak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 hanya berjalan satu putaran.
“Sangat-sangat mungkin saja skema satu putaran bisa berjalan. Tergantung pada masyarakat memilih,” kata Ujang saat dihubungi, Selasa (26/12).
Tren kenaikan elektabilitas pun terlihat dari berbagai survei. Riset Poltracking Indonesia periode 29 November-5 Desember pun menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 45,2 persen, naik dari temuan sebelumnya yang hanya di angka 40,2 persen.
Raihan itu mengalahkan duet PDI-Perjuangan Ganjar-Mahfud yang hanya mendapat 27,3 persen. Sementara Pasangan Koalisi Perubahan untuk Persatuan memperoleh 23,1 persen.
Hal tidak berbeda jauh juga ditemukan oleh survei Populi Center 28 November- 5 Desember yang menemukan elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 46,7 persen. Raihan itu mengalahkan para pesaingnya yakni Anies-Muhaimin dan sama-sama memperoleh 21,7 persen.
“Dalam berbagai survei pun terlihat kenaikan elektabilitas Prabowo-Gibran,” ucap Ujang.
Menurutnya, elektabilitas Prabowo-Gibran masih akan dapat terus naik. Hal itu mengingat waktu kampanye masih cukup panjang untuk terus menyapa masyarakat guna meningkatkan elektabilitas.
“Prabowo-Gibran masih bisa menaikkan elektabilitas hingga hari pencoblosan,” ungkap Ujang. (*)
Editor : Kifani Amalija Putri