RADARTUBAN-Karena terkendala hujan, pemakaman jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe belum bisa dipastikan waktunya. Kepastian tersebut disampaikan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Victor Mackbon.
"Dipastikan pemakaman tetap dilaksanakan pada hari ini, Jumat, " kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Mackbon dilansir dari Antara, Jumat (29/12).
Dia mengatakan, tertundanya pemakaman yang sebelumnya dijadwalkan sekitar pukul 09.00 WIT karena cuaca yang tidak mendukung.
Pada Jumat pagi, di kawasan Koya Tengah masih turun hujan. Karena itu, pihak keluarga memutuskan menunda pemakaman.
Hingga pukul 10.00 WIT belum diketahui pasti jam berapa pemakaman akan dilaksanakan, dan aparat gabungan TNI-Polri masih bersiaga.
Kapolresta Jayapura Kota menambahkan, personel yang dikerahkan untuk mengamankan prosesi pemakaman mantan gubernur Papua Lukas Enembe tercatat 1.500 personel .
"Saat ini anggota TNI-Polri sudah bersiaga di sejumlah titik di sekitar Koya Tengah mengingat jenazah akan dimakamkan di kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, " katanya.
Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe meninggal pada 26 Desember di RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan jenazah tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura Kamis (28/12).
Sementara itu, keluarga almarhum mantan Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan permohonan maaf insen kerusuhan tersebut.
"Saya atas nama keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sedalam dalamnya atas semua peristiwa yang terjadi," kata Yunus Wonda, perwakilan keluarga almarhum Lukas Enembe di Jayapura, Jumat.
Wonda menyampaikan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang telah menerima jenazah almarhum Lukas Enembe dengan baik di Jayapura.
"Namun kami sangat menyayangkan ada beberapa peristiwa di Sentani, Waena dan Abepura yang mengakibatkan terjadinya pemukulan dan perusakan ruko serta restoran dan kantor maupun beberapa kendaraan," ujarnya.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri