Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketum PP Muhammadiyah: Perbedaan Penetapan 1 Ramadhan Tak Perlu Diributkan

Dwi Setiyawan • Minggu, 21 Januari 2024 | 15:18 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada 10 Maret 2024. 

Sementara, 1 Syawal 1445 Hijriah pada Rabu, 10 April 2024 Masehi. 

Untuk 10 Zulhijah atau Hari Idul Adha 1445 Hijriah ditetapkan pada 17 Juni 2024.

Terkait penetapan yang didasarkan pada hisab atau penghitungan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir mengimbau masyarakat tidak perlu meributkan. 

‘’Baik ada kesamaan maupun perbedaan, tidak kalah pentingnya memaknai ibadah puasa Ramadhan dengan segala rangkaiannya,’’ ujarnya dalam dalam konferensi pers, Sabtu (20/1) dilansir dari Antara.

Terutama Idul Fitri dan Zulhijah yang harus melahirkan penghayatan dan pengamalan keislaman yang lebih baik.

"Jadi, kalau berbeda ya malah tidak perlu ribut, termasuk di media sosial. Apalagi saling menghujat dan saling menyalahkan yang membuat nilai ibadahnya jadi berkurang," ujar Haedar.

Dia juga mengimbau penetapan tanggal tersebut menjadikan ibadah-ibadah Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah sebagai sarana memperkaya spiritualitas dan kesalihan.

"Memperkaya relasi hubungan sosial kita yang damai, toleran, bersatu dalam keragaman, dan tidak kalah pentingnya justru juga membawa umat dan bangsa kita semakin berkemajuan," ujarnya. 

Haedar juga menyampaikan, pengumuman dan maklumat penetapan hari besar Islam tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi pada setiap tahun.

Menurut dia, berbagai organisasi Islam mengeluarkan, bahkan negara juga mengeluarkan kalender.

"Jadi maklumat atau pengumuman Muhammadiyah ini maklumat yang normal terjadi dan dilakukan, karena kami menggunakan metode hisab dengan metode khusus hisab haqqiki wujudul hilal," tegasnya. (ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#syawal #ramadhan #Ketum #Prof Haedar Nashir #Maret #menetapkan #muhammadiyah #hijriah