Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PBNU Nonaktifkan 63 Pengurus karena Maju sebagai Caleg dan Tim Sukses

Dwi Setiyawan • Senin, 22 Januari 2024 | 17:38 WIB
Arsip - PBNU nonaktifkan sejumalh 63 pengurus yang aktif dalam politik tahun ini
Arsip - PBNU nonaktifkan sejumalh 63 pengurus yang aktif dalam politik tahun ini

RADARTUBAN-Puluhan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) turun gunung dalam tim sukses (timses) pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Selebihnya maju sebagai calon anggota legislatif (caleg).


Jumlahnya totalnya sebagaimana dilansir Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), 63 orang.


Untuk menjaga netralitas ormas terbesar di tanah air tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi PBNU Amin Said Husni sudah menonaktikan mereka dari kepengurusan.


Dilansir dari Antara, penonaktifan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024.

"Mereka tersebar di beberapa partai dan (menjadi tim sukses) semua calon presiden. Ada yang menjabat sebagai mustasyar, pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, a'wan syuriyah, hingga pengurus badan otonom dan lembaga," kata Amin Said Husni dalam siaran resmi PBNU.


Dia menjelaskan, status 63 pengurus tersebut terhitung nonaktif sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang sampai selesainya tahapan Pemilu 2024.

"Mayoritas nama sudah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak ada penetapan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum). Surat keputusan ini sebagai penegasan dari PBNU atas permohonan nonaktif mereka," kata mantan bupati Bondowoso itu.

Di jajaran dewan penasihat PBNU atau mustasyar tercatat beberapa nama nonaktif.


Mereka, antara lain, mantan gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (timnas AMIN), anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya (TKN Prabowo-Gibran), dan mantan politikus PKB Muhammad AS Hikam (TPN Ganjar-Mahfud).


Nama berikutnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ketua umum Muslimat NU juga masuk dalam jajaran pengurus pleno PBNU yang dinonaktifkan.


Di jajaran pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, ada lima caleg dan sebelas anggota tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden, yaitu KH Ma’shum Faqih (timnas AMIN), Khofifah Indar Parawansa (TKN Prabowo-Gibran), dan KH Mustofa Aqil Siradj (TPN Ganjar-Mahfud).


Juga ada nama Ketua Umum Jam'iyatul Qurra' wal Huffadz Saifullah Ma'shum (timnas AMIN) dan Ketua Umum Persatuan Guru NU KH Asep Saifuddin Halim.


Berikutnya, Ketua Umum Ikatan Sarjana NU Ali Masykur Musa dan Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Nusron Wahid (TKN Prabowo-Gibran), serta Ketua Lembaga Takmir Masjid NU Nasyirul Falah Amru, dan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Yenny Wahid (TPN Ganjar-Mahfud) juga masuk dalam daftar pengurus PBNU yang nonaktif selama Pemilu 2024.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Pengurus Besar Nahdlatul Ulama #timses #caleg #pbnu #PBNU nonaktikan 63 pengurus