RADARTUBAN - Berbekal ijazah palsu yang diunduh di Google, Elwizan Aminudin selama 2013 hingga 2021 atau delapan tahun menjadi dokter delapan tim.
Mulai Persita Tangerang, Barito Putera, timnas U-19, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, kembali ke timnas U-19, Kalteng Putra, dan PSS Sleman.
Kejelasan status Elwizan Aminudin yang dua tahun buron tersebut terungkap setelah ditangkap Polres Sleman, Jogjakarta.
Dalam penyidikan, dia mengaku sempat menjadi kondektur bus dan usaha toko kelontong.
Dilansir Jawa Pos Radar Jogja, Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian mengatakan, Amin, panggilan akrabnya dibekuk di Cibodas, Kota Tangerang, Banten, pada Rabu (24/1) pekan lalu.
Riski menjelaskan, proses perburuan Amin berlangsung lama karena pelaku berpindah-pindah tempat tinggal.
Kasus Amin terendus sebagai dokter gadungan setelah manajemen PSS melakukan klarifikasi kepada Universitas Syiah Kuala pada November 2021.
Merasa aksinya terendus, tersangka meninggalkan PSS pada awal Desember 2021. Alasannya, pulang ke Palembang karena orang tuanya sakit.
PSS kemudian melaporkannya ke polisi pada 4 Desember 2021.
Kapolresta Sleman Kombespol Yuswanto Ardi menjelaskan, setelah itu pelaku tidak pernah kembali hingga ditangkap.
”Akibat kejadian tersebut, PSS Sleman mengalami kerugian sebesar Rp 254 juta,” ungkapnya.
Riski menyampaikan, Amin melakukan pemalsuan terhadap ijazah dokternya dengan cara sederhana.
”Jadi, simpel ngambil salah satu contoh ijazah di Google, dia download, lantas diedit. Dimasukkan dan diubah nama dan dimasukkan fotonya,” beber dia.
Dengan cara sederhana itu, Amin mengelabui banyak orang karena dianggap sebagai dokter.(ds)