RADARTUBAN-Aksi nekat Elwizan Aminudin, dokter gadungan yang pernah bekerja pada delapan tim sepak bola di tanah air dilatarbelakangi motif ekonomi.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Jogja, Kapolresta Sleman Kombespol Yuswanto Ardi menjelaskan, tersangka nekat menjadi dokter gadungan karena tergiur dengan pendapatan yang lebih tinggi daripada pekerjaan sebelumnya yang hanya kondektur bus.
Yuswanto menyebut sejumlah pemain yang pernah menjadi korban penanganan Amin, panggilan akrabnya.
Mereka adalah kiper Ernando Ari dan striker Saddam Gaffar.
Ernando ditangani Amin ketika memperkuat timnas U-19. Adapun Saddam ditangani Amin di PSS.
Karena perbuatannya, PSS Sleman mengalami kerugian sebesar Rp 254 juta.
Amin yang kini ditahan dijerat pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan/atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
Kasus Amin mencuat pada November 2021. Dia terendus sebagai dokter gadungan setelah manajemen PSS mengklarifikasi ijazahnya kepada Universitas Syiah Kuala.
Merasa aksi jahatnya mulai terendus, tersangka pergi meninggalkan PSS pada awal Desember 2021 dengan alasan pulang ke Palembang karena orang tuanya sakit.
PSS kemudian melaporkannya ke polisi pada 4 Desember 2021.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri