RADARTUBAN- Umat Islam memperingati Isra Mi'raj setiap 27 Rajab.
Tahun ini, peringatan Isra Mi'raj jatuh pada Kamis, 8 Februari.
Isra' Mi'raj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan berlanjut ke langit ketujuh untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT.
Peristiwa tersebut terjadi hanya dalam waktu semalam saja.
Isra Mi'raj merupakan peristiwa spesial bagi umat Islam.
Dikutip dari laman NU Online, sejumlah hikmah dalam peristiwa tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hikmat tersebut sebagai berikut:
1. Kehambaan yang tinggi ditandai dengan takwa
Dalam surat Al-Isra’ ayat satu yang menjelaskan tentang peristiwa Isra Mi’raj, kata abdun digunakan untuk menyebut Nabi Muhammad SAW yang artinya hamba. Hal itu menunjukkan hamba yang benar-benar bertakwa akan ditinggikan derajatnya di sisi Allah.
2. Tangguh dalam berdakwah
Nabi Muhammad SAW beberapa kali melalui jalan terjal saat berdakwah sebelum peristiwa Isra Mi’raj, mulai dari meninggalnya orang-orang yang nabi cintai dan mendukung misi dakwahnya, hingga penindasan kaum Quraisy.
Hal-hal itulah yang membuat Rasulullah semakin tangguh dalam berdakwah pasca Isra Mi'raj.
3. Menyampaikan kebenaran, meski banyak penolakan
Rasulullah langsung mengabarkan apa yang dialaminya saat Isra Mi'raj kepada penduduk Makkah ketika pagi setelah peristiwa tersebut.
Tentu saja banyak yang tidak percaya, meski apa yang dikatakan Nabi Muhammad bukanlah kebohongan.
Hal itu menunjukkan bahwa kebenaran harus disampaikan meskipun akan mendapat penolakan.
4. Syariat Nabi Muhammad menghapus syariat nabi-nabi terdahulu
Saat peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu.
Hal itu membuktikan bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadikan syariatnya menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya.
5. Keistimewaan Masjidil Aqsha bagi umat Muslim
Masjid Al Aqsa di Palestina menjadi tujuan Nabi Muhammad sebelum bertolak ke Sidratul Muntaha.
Hal itu menjadikan masjid ini begitu istimewa bagi umat Islam.
Masjid Al Aqsa bahkan sempat menjadi kiblat sebelum berganti ke Ka'bah. Pahala salat di masjid ini juga 500 kali lipat dibandingkan masjid biasa.
6. Menjaga Kesucian Agama Islam
Ketika Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr (minuman keras) saat Mi’raj, Nabi lebih memilih susu.
Malaikat Jibril AS kemudian berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah)."
7. Pentingnya shalat
Dalam peristiwa Isra' Mi’raj, perintah salat lima waktu diturunkan langsung oleh Allah SWT kepada Rasulullah tanpa melalui Malaikat Jibril. Hal itu menunjukkan bahwa kedudukan salat sangatlah penting bagi umat Islam.
8. Memantapkan Iman
Sebelum Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad hanya mendengarkan gambaran berupa wahyu tentang surga, neraka, dan hal-hal ghaib lain lainnya.
Saat Mi'raj, Rasulullah melihat sendiri secara langsung bagaimana gambaran hal-hal tersebut. Saat itulah Nabi telah sampai pada tahap ainul yaqin, sehingga kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat.(ds)
Editor : Muhammad Azlan Syah