RADARTUBAN-Perjalanan Isra Miraj merupakan peristiwa yang sulit dinalar logika. Bagaimana mungkin, perjalanan sejauh itu hanya ditempuh semalam?
Dari Masjidil Haram menuju Baitul Maqdis.
Selanjutnya, dari Baitul Maqdis menuju langit untuk bertemu langsung dengan Rabb-nya tanpa penghalang atau hijab.
Dikutip dari NU Online, peristiwa tersebut menjadi ujian keimanan bagi setiap muslim.
Mereka yang tulus beriman, semakin bertambah keimanannya.
Sementara mereka yang masih lemah imannya, tidak sedikit menjadi kufur.
Itu sebagaimana dijelaskan pada Mafatih al-Ghaib, juz 20 halaman 238.
Rasulullah SAW sendiri menyadari kejadian yang dialaminya itu di luar nalar.
Bahkan, Rasulullah sempat cemas kalau umatnya tidak memercayainya.
Dikisahkan, sepulang dari perjalanan Isra Miraj, Rasulullah sampai di Makkah menjelang subuh. Beliau memasuki masjid.
Abu Jahal yang lewat menghampiri dan menanyakan berita.
Setelah Rasulullah menceritakan perjalanan Isra Miraj hanya dalam waktu semalam, Abu Jahal menertawakan.
Dia pun berencana menjadikan bahan cerita tersebut untuk mempermalukan Rasulullah di depan umatnya.
Mendengar hal itu, orang-orang mulai gaduh. Ada yang bertepuk tangan.
Tidak sedikit yang meletakkan tangan di kepala sebagai ekspresi rasa kagum.
Begitulah cara orang Arab mengekspresikan kekagumannya.
Rencana Abu Jahal mulai berhasil.
Muth’im bin ‘Adi, salah satu kaum yang kafir menyebut Rasulullah pembohong.
Dia pun meminta Rasulullah ke Baitul Maqdis dengan mengendarai unta yang butuh waktu satu bulan.
Sayidina Abu Bakar pun berusaha meyakinkan kalau selama ini Rasulullah jujur.
Singkat cerita, orang-orang meminta bukti atas ucapan Nabi Muhammad SAW.
Mereka pun meminta Rasulullah untuk menceritakan bentuk detail Baitul Baqdis.
Rasulullah menuruti permintaan kaumnya dan menjelaskan dengan detail bentuk Baitul Maqdis, mulai arsitekturnya, jaraknya dari gunung, dan hal-hal lainnya.
Hanya satu yang tidak bisa beliau jelaskan, berapa jumlah pintu Baitul Maqdis.
Namun, atas kuasa Allah, Rasulullah pun bisa menyebutkan jumlah pintu itu.
Rasulullah juga diminta kaum kafir untuk menjelaskan soal rombongan unta Bani Fulan yang dijumpai saat Isra di daerah Rukha’ yang sempat kehilangan untanya.
Rasulullah pun menjelaskan dengan detail.
Meski hal yang diceritakan semua benar, tidak semua umat menyatakan beriman. Bahkan, tidak sedikit yang semakin kufur.
Peristiwa Isra Miraj merupakan ujian bagi umat Islam. Mereka yang tulus keimanannya, semakin bertambah iman.
Sementara imannya yang masih lemah, tidak sedikit yang menyatakan kufur.
Itu sebagaimana disampaikan Syekh Fakhruddin al-Razi (w. 1210 M.) yang menyatakan, ketika Rasulullah SAW menceritakan kisah Isra Miraj pada kaumnya, banyak yang tidak percaya.
Mereka yang semula beriman, banyak yang menjadi kufur.
Sementara mereka yang tulus, semakin tambah keimanannya. Inilah mengapa disebut cobaan.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri