Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menyiapkan Perjalanan Isra Miraj, Dada Nabi Muhammad Dibelah Malaikat Jibril untuk Ditambah Cahaya Kesuciannya

Dwi Setiyawan • Rabu, 7 Februari 2024 | 21:37 WIB
Ilustrasi - Perjalanan sejarah Rasulullah SAW saat Isra Miraj
Ilustrasi - Perjalanan sejarah Rasulullah SAW saat Isra Miraj

RADARTUBAN - Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan dilanjutkan menuju langit ketujuh dalam waktu semalam merupakan perjalanan agung.


Untuk menyiapkan perjalanan yang tidak bisa dilogikakan tersebut, Rasulullah harus ditambah cahaya keimanan dan kesuciannya.


Dilansir dari NU Online, sebelum melakukan Isra Miraj, dada Rasulullah dibelah oleh malaikat Jibril.


Penyucian tersebut tersebut bukan berarti hati Nabi Muhammad kotor.

Sebab, Nabi Muhammad diciptakan Allah sebagai makhluk terbaik dan paling suci.


Pembelahan dada tersebut untuk menambah kesucian sekaligus memantapkan dan menguatkan hati Rasulullah untuk melakukan perjalanan agung berjumpa dengan Allah SWT.


Dalam kitab Kitab Dzikrayaat wa Munaasabaat, Imam Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasani menyatakan, pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijr Ismail dekat Kakbah.

Saat itu Beliau sedang berbaring.

Tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil datang menghampiri Nabi Muhammad.


Mereka kemudian membawa Nabi Muhammad ke arah sumur Zamzam.

Setibanya di sana, mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dadanya oleh Jibril.

Ketika dada Beliau dibelah, Malaikat Jibril mengeluarkan hati Rasulullah dan membasuhnya dengan air zamzam sebanyak tiga kali.

Setelah itu, didatangkan satu nampan emas yang dipenuhi dengan hikmah dan keimanan.


Setelah itu, Malaikat Jibril kemudian menyiapkan buraq.

Pada saat akan menaikinya, Nabi Muhammad sempat kesulitan karena buraq enggan untuk ditunggangi.


Malaikat Jibril kemudian berbicara kepada buraq bahwa Nabi Muhammad merupakan sosok yang lebih mulia di sisi Allah.

Buraq pun merasa malu hingga sekujur tubuhnya berkeringat.


Setelah tenang, Rasulullah menaikinya.

Malaikat Jibril menemani Rasulullah di sebelah kanan dan Malaikat Mikail di sebelah kiri.


Mereka pun menuju ke Baitul Maqdis, Palestina.

Dalam perjalanan, Rasulullah singgah di Madinah, di Madyan dan Thur Sina untuk melakukan salat.


Setelah itu, mereka berangkat melanjutkan perjalanan menuju Baitul Maqdis dan kembali melakukan salat.

Setelah itu, Rasulullah kemudian diberangkatkan hingga menembus langit ketujuh dengan ditemani malaikat jibril.


Pada setiap lapisan langit, Nabi Muhammad bertemu dengan sejumlah nabi dan disambut dengan antusias penuh penghormatan.

Di langit pertama, Nabi bertemu dengan Nabi Adam.

Sesampainya di langit kedua, Rasululllah bertemu dengan Nabi Yahya bin Zakariya dan Nabi Isa bin Maryam.


Di langi ketiga, Rasulullah bertemu dengan Nabi Yusuf.

Di langit keempat, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Idris.

Di langit kelima, Nabi Muhammad berjumpa dengan Nabi Harun bin Imran.


Di langit keeenam, Rasulullah bertemu dengan Nabi Musa bin Imran.

Dan di langit ketujuh, Nabi Muhammad berjumlah dengan Nabi Ibrahim.

Selain itu, Nabi Muhammad juga diperlihatkan hal gaib seperti surga dan neraka.


Nabi Muhammad melihat orang-orang yang tangannya menggenggam segumpal api.


Api itu kemudian dimasukkan ke dalam mulut sampai keluar dari duburnya.


Malaikat Jibril menjelaskan, orang-orang itu adalah pemakan harta anak yatim.

Nabi Muhammad juga menyaksikan orang-orang dengan perut besar membuatnya tidak bisa bergerak karena melakukan riba selama hidupnya.


Rasulullah juga menyaksikan siksaan bagi para pezina.

Mereka lebih memilih memakan daging busuk meskipun di hadapannya ada daging yang baik.

Selain itu, Nabi Muhammad juga menyaksikan surga. Nabi melihat perempuan dengan bibir merah merekah.


Setelah ditanya, perempuan itu mengatakan bahwa dirinya adalah miliknya Zaid bin Haritsah.

Nabi Muhammad juga diajak ke Baitul Ma’mur yang merupakan kiblat bagi para penduduk langit di langit ketujuh.


Di sini, sebanyak 70 ribu penduduk langit beribadah setiap saatnya.


Setelah selesai, mereka pergi dan tidak lagi ke situ.

Di samping itu, nabi juga melihat Arsy (Singgasana Tuhan) dan Sidrah al-Muntaha yang sangat indah tidak terlukiskan dengan kata-kata.

Yang paling menarik, Rasulullah bertemu dengan Tuhan secara langsung dan menerima perintah salat.


Awalnya kewajiban salat 50 kali sehari semalam.


Namun setelah bertemu Nabi Musa di langit keenam, dia meminta Nabi Muhammad untuk kembali ke Allah minta potongan mengingat umatnya tidak akan mampu melaksanakannya.


Beberapa kali Rasulullah mengajukan dispensasi, akhirnya kewajiban salat menjadi lima kali dalam sehari.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#nabi muhammad #Masjidil Aqsa #rasulullah #isra miraj #masjidil haram