Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengertian Bulan Sya’ban, Hukum Puasa Sya’ban, dan Niatnya

Aan Vera Andriana • Senin, 19 Februari 2024 | 20:58 WIB
Bulan Sya’ban bagi umat muslim
Bulan Sya’ban bagi umat muslim

RADARTUBAN – Setelah bulan Rajab berakhir, umat Islam menjumpai bulan Sya’ban sebelum akhirnya bertemu bulan Ramadhan.

Bulan Sya’ban merupakan bulan kedelapan pada kalender Hijriah.

Pada bulan tersebut juga umat Islam meyakini bahwa Allah menurunkan rahmat-Nya.

Beberapa rahmat-Nya yaitu syafa’at (pertolongan), maghfiroh (ampunan), dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka).

Puncak bulan Sya’ban jatuh pada malam Nisfu Sya’ban, malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban yang tahun ini bertepatan pada Sabtu, 24 Februari 2024.

Dikutip dari laman resmi NU Online, pada malam Nisfu Sya’ban semua catatan amal umat Islam selama satu tahun yang dicatat oleh malaikat Atid dan Rakib akan diserahkan kepada Allah lalu diganti dengan buku catatan amal baru untuk satu tahun mendatang.

Adapun amalan yang biasa dilakukan Rasulullah untuk menghidupkan bulan Sya’ban, salah satunya yaitu memperbanyak berpuasa.

‎عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ؛ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ)

Artinya, “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’; beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’; aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadlan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban’.” (Muttafaqun ‘Alaih. Adapun redaksinya adalah riwayat Muslim).

Pada hadits tersebut dijelaskan bahwa selain pada bulan Ramadhan, puasa paling banyak yang dilakukan Rasulullah yaitu pada bulan Sya’ban.

Meski begitu, terdapat hadits yang mengharamkan puasa Sya’ban di setengah bulan terakhir atau sesudah Nisfu Sya’ban.

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا. (رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ)

Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Rasullah saw bersabda: ‘Ketika Sya’ban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa’.” (HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa hukum melakukan puasa Sya’ban pada hari pertama hingga ke-15 adalah sunnah, sementara mulai hari ke-16 hingga berakhirnya bulan Sya’ban adalah haram.

Meski begitu, menurut as-Sayyid al-Bakri hukum haram tersebut bisa dipatahkan jika memenuhi beberapa syarat berikut:

Pertama, puasa yang dilakukan pada hari ke-16 dan seterusnya tersebut digabung dengan hari dimana puasa Sya’ban dihukumi sunnah, yakni pada hari ke-15 atau sebelumnya.

Semisal seorang berpuasa pada hari ke-14 dan ke-15 Sya’ban, maka jika dia puasa pada hari ke-16 dan seterusnya tanpa terputus tidak dihukumi haram.

Kedua, ketika seseorang terbiasa melakukan puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis, atau puasa Dawud, jika melakukan puasa tersebut bertepatan dengan separuh terakhir bulan Sya’ban maka tidak dihukumi haram.

Ketiga, puasa yang hukum awalnya wajib dan dilakukan di separuh terakhir bulan Sya’ban maka akan tetap dihukumi wajib, bukan haram. Contohnya yaitu puasa nadzar dan puasa qadha’.

Setelah mengathui hukum puasa pada bulan Sya’ban, berikut adalah niat puasa sunnah bulan Sya’ban yang dikutip dari NU Online:

‎نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa Sya’ban karena Allah ta’âlâ.”(aan)

Editor : Kifani Amalija Putri
#islam #ramadhan #rasulullah #bulan syaban #Hadist #Nisfu Sya’ban