RADARTUBAN-Rumah Husairi, ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 06 Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja, Kabupaten Pamekasan, Madura, yang dilempar bom pada Senin (19/2) sekitar pukul 03.45 masih dipasang garis polisi.
Warga dilarang mendekat.
Disterilkannya tempat kejadian perkara tersebut terkait penyelidikan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Jawa Timur.
Itu merupakan kasus kriminal menonjol ketiga di Madura yang diduga dilatarbelakangi gesekan Pemilu 2024.
Sebelumnya, di Sampang, tim relawan pendukung Prabowo-Gibran ditembak orang tak dikenal.
Sedangkan di Kabupaten Sumenep, rumah tim relawan Prabowo-Gibran juga diteror bom.
“Bahan peledak itu dilempar oleh orang tak dikenal saat melintas di depan rumah korban,” terang Kasi Humas Kepolisian Resor Pamekasan, AKP Sri Suguhiarto yang dikutip dari jawaposo.com, Selasa (20/2).
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Akibat ledakan tersebut, dinding rumah target terror yang ditempati anak sulungnya, Feri, 32, rusak.
Pintu kayu depan hancur dan plafon berkeping-keping.
Jendela depan dan samping juga hancur.
Selain itu, lemari kayu di ruang tengah dan tempat tidur juga porak-poranda.
“Saat kejadian, korban sedang tidak di rumah yang menjadi sasaran lemparan bahan peledak. Husairi berada di rumah satunya yang letaknya berdampingan,” kata Sri.
Feri yang semula tidur di kasur depan lemari terbangun sekitar pukul 02.00 WIB.
Seperti mendapat firasat, dia yang merasa ada sesuatu yang tidak enak, pindah ke rumah yang ditempati ayah dan ibunya.
Dia pun selamat dari musibah tersebut.
“Apakah ledakan bom itu, ada yang melempar dan apa jenisnya, kami tidak bisa berkomentar karena masih dalam proses penyelidikan,” ucap Sri.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri