RADARTUBAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu 2024.
Namun, selebaran susunan kabinet pemerintahan pasangan nomor urut dua itu sudah beredar di berbagai platform media sosial.
Tak hanya viral, susunan dewan menteri tersebut mengesankan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran tengah bagi-bagi jabatan kepada orang-orang yang berjasa membantunya.
Sebagian nama merupakan politikus dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), gabungan partai politik pengusung Prabowo-Gibran.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono diplot menjadi menko polhukam, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai menko perekonomian.
Dan Erick Thohir menjadi menko bidang energi, investasi dan lingkungan hidup.
Nama lainnya, Rosan Roeslani sebagai menteri luar negeri.
Yusril Ihza Mahendra mengisi kursi menteri hukum dan hak asasi manusia, Ridwan Kamil sebagai menteri pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat.
Serta Budiman Sudjatmiko diplot menjadi menteri desa dan transmigrasi.
Menteri lingkungan hidup dijabat Budisatrio Djiwandono dan Kepala BIN dijabat Dudung Abdurrahman.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menempati posisi wantimpres. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dijabat Nusron Wahid.
Benarkah susunan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran?
Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah selebaran tersebut.
"Hoax," tegasnya saat dikonfirmasi jawapos.com, Selasa (20/2).
Dahnil memastikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran tak ada pembahasan kabinet.
Menurut dia, saat ini proses Pemilu 2024 masih berjalan dan belum ada keputusan resmi dari KPU terkait pemenang Pemilu 2024.(ds)