Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Diduga Dikeroyok Temannya, Santri Ponpes Mojo Kediri Meninggal Dunia

Dwi Setiyawan • Selasa, 27 Februari 2024 | 22:28 WIB
Santri Ponpes Mojo Kediri dibully hingga meninggal dunia
Santri Ponpes Mojo Kediri dibully hingga meninggal dunia

RADARTUBAN-Kasus kematian santri pondok pesantren akibat dianiaya teman sepondoknya kembali terjadi.


Kali ini menimpa Bintang Bilqis Maulana, 14, santri salah satu ponpes di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kota Kediri.


Pemuda asal Glenmore, Banyuwangi tersebut diduga dikeroyok Rabu (21/2) malam.


Dikutip dari radarkediri.com, mulanya Bintang didatangi dua santri lain.


Mereka menyoal ulah Bintang yang sering melapor ke orang tuanya terkait kondisi di pondok.

“Beberapa hari sebelumnya memang korban sudah bilang ke ibunya kalau tidak kerasan di pondok. Pingin pulang,” kata sumber terpercaya yang meminta identitasnya tidak ditulis.


Karena siswa MTs itu sering sambat kepada ibunya, salah satu pelaku yang juga kerabat korban lantas menegur.


Mereka langsung memukuli Bintang. Dua pelaku lain juga ikut melakukan pemukulan.


Aksi mereka baru berhenti setelah Bintang ditolong para santri lain.


Akibat pengeroyokan tersebut, Bintang menderita luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.


Salah satunya di pipi kanan dan kiri.

“Awalnya diobati di pondok. Baru dibawa ke RS Jumat (23/2) pagi setelah kondisinya melemah,” ujar sumber.


Meski sempat dirawat di RS Arga Husada Ngadiluwih, Bintang tidak tertolong.

Dia dinyatakan meninggal dunia Jumat pagi.


Jenazah korban dibawa ke pesantren sekitar pukul 09.00 sebelum dipulangkan ke Banyuwangi.


Keluarga koran langsung histeris melihat anaknya pulang menjadi mayat.


Mereka semakin syok melihat luka lebam di beberapa bagian tubuh Bintang.


Saat itu juga keluarga melapor ke Polsek Glenmore dan ditindaklanjuti Polres Banyuwangi hingga dilakukan visum.


Sekarang ini, kasus tersebut ditangani Polres Kediri Kota. Empat santri yang menjadi pelaku pengeroyokan telah diamankan.


Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji menyatakan akan mengusut kasus meninggalnya salah satu santri.

“Benar (masih proses penyelidikan, Red). Perkembangan diinfokan kembali,” tulis Bram lewat WhatsApp.


Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kementerian Agama Kabupaten Kediri Abdullah Rosyaad mengaku telah berkomunikasi dengan pihak MTs terkait meninggalnya santri di lembaga setempat.


Meski demikian, informasi yang diterimanya terkait penyebab meninggalnya Bintang berbeda.

“Katanya karena sakit lambung. Dari pihak pondok juga sudah berupaya membawa ke dokter,” ujarnya.


Meski menolak telah terjadi praktik bully, Rozyaad meminta semua penyelenggara pendidikan untuk memantau santrinya.


Terutama di pondok yang proses belajarnya sejak pagi hingga malam.

“Kami sering memberikan arahan (untuk sekolah atau pondok, Red) untuk menghindari kekerasan baik verbal atau fisik,” tandasnya.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Ponpes Mojo #kasus kematian #meninggal dunia #dikeroyok #santri #kediri