RADARTUBAN - Korban berjatuhan dalam insiden meledaknya bom di kantor Sub Den Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Jalan Gresik, Kelurahan Morokrembangan, Krembangan Surabaya, Senin (4/3) pukul 10.19 WIB.
Belum diketahui pasti jumlah korban ledakan yang sekarang ini ditangani RS Bhayangkara setelah dilarikan dengan ambulans Brimob dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak ke rumah sakit tersebut.
Begitu juga dengan siapa saja korban dalam insiden tersebut.
Selain mencederai sejumlah anggota pasukan elit Polri tersebut, ledakan bom juga merusak bangunan markas dan satu unit mobil operasional jenis Dmax.
Kondisi di IGD RS Bhayangkara setelah insiden tersebut terlihat ramai.
Sejumlah anggota Brimob Polda Jatim keluar-masuk untuk mendampingi korban luka sekaligus berjaga.
Dilansir dari jawapos.com, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto memastikan bom yang meledak berasal dari temuan sisa-sisa bahan peledak yang akan diledakkan atau didisposal.
Dia menyebut sisa-sisa bahan peledak tersebut disimpan di sebelah kantor Den Gegana.
Pertimbangan menyimpan bahan peledak di tempat tersebut karena Jibom Gegana Polda Jatim belum memiliki gudang yang standar.
‘’Alhamdulillah sementara tidak ada korban jiwa. Kerugian materil kantor sama satu mobil Dmax berisi perlengkapan untuk meledakkan Jibom," ujarnya.
Jenderal bintang dua itu mengatakan, saat ini tim dari Labfor Polda Jatim didampingi Gegana sedang melakukan olah TKP. Mereka di-back up Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
"Mudah mudahan nanti setelah mendapat hasil lengkap kita informasikan kepada media. (Bahan peledak) masuk kategori low explosive.
Kapolda menyebut insiden tersebut murni kecelakaan.(ds)
Editor : Muhammad Azlan Syah