RADARTUBAN- Senin (25/3) hari ini, di Indonesia bakal terjadi fenomena alam Gerhana Bulan Penumbra (GBP).
Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Gerhana Bulan Penumbra terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar.
Kondisi ini menjadikan bulan hanya masuk ke bayangan penumbra bumi.
Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama.
Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.
Untuk wilayah Indonesia barat (WIB), fase mulai GBP, Rabu (25/3) pukul 11.50.58, fase puncak gerhana pukul 14.12.48, dan fase berakhir pukul 16.34.38.
Wilayah Indonesia tengah (WITA), fase mulai GBP, Rabu (25/3) pukul 12.50.58, fase puncak gerhana pukul 15.12.48, dan fase berakhir pukul 17.34.38.
Wilayah Indonesia timur (WIT), fase mulai GBP, Rabu (25/3) pukul 13.50.58, fase puncak gerhana pukul 16.12.48, dan fase berakhir pukul 18.34.38.
GBP berbeda dengan gerhana matahari yang merupakan fenomena terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke bumi dan selalu terjadi pada fase bulan baru.
Sedangkan gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak semua sinarnya sampai ke bulan.
Tahun ini, di dunia terjadi empat kali gerhana. Yakni, 2 kali gerhana matahari dan 2 kali gerhana bulan.
Jadwal fenomena alam tersebut sebagai berikut:
- Gerhana Bulan Penumbra (GBP) pada 25 Maret 2024 yang dapat diamati dari Indonesia.
- Gerhana Matahari Total (GMT) pada 8 April 2024 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
- Gerhana Bulan Sebagian (GBS) pada 18 September 2024 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
- Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 2 Oktober 2024 yang tidak dapat diamati dari Indonesia. (ds)