Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

5 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia

Aan Vera Andriana • Selasa, 9 April 2024 | 17:33 WIB
Tradisi lebaran di Indonesia
Tradisi lebaran di Indonesia

RADARTUBAN – Indonesia memiliki beraneka ragam tradisi, termasuk tradisi perayaan Lebaran.

Lebih dari sekadar mudik dan sungkeman, beberapa daerah di Indonesia memiliki cara yang unik untuk merayakan Hari Kemenangan tersebut. Berikut tradisi tersebut:

1. Grebeg Syawal

Tradisi tahunan ini dilaksanakan tepat pada 1 syawal dengan membawa tujuh gunungan, yakni gunungan lanang/kakung sebanyak tiga buah, masing-masing satu gunungan wadon/estri, gunungan darat, gunungan gepak, dan gunungan pawuhan.

Gunungan tersebut akan diserbu masyarakat setelah melalui perjalanan dari Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Kauman, dan Kantor Kepatihan dan didoakan.

2. Perang Topat 

Tradisi ini dari Nusa Tenggara Barat. Tak hanya melibatkan masyarat Islam, tradisi menyambut Lebaran ini juga melibatkan masyarakat Hindu Lombok dan NTB sebagai simbol toleransi kedua umat beragama.

Setelah berdoa dan ziarah ke Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro, Perang Topat (ketupat) dilakukan dengan cara saling melempar ketupat lalu merebutkan ketupat karena dipercaya akan memberikan kesuburan yang berdampak pada hasil panen.

3. Ronjok Sayak 

Tradisi ini dari Bengkulu. Tradisi yang biasa dilakukan setelah sholat Isya pada 1 Syawal tersebut berupa membakar batok kelapa kering yang telah disusun setinggi satu meter yang diiringi dengan doa-doa. 

Dalam kepercayaan mereka api dapat menyampaikan manusia kepada leluhur.

4. Binarundak 

Tradisi ini dilaksanakan masyarakat Motoboi Besar, Sulawesi Utara selama tiga hari berturut-turut setelah 1 Syawal dengan cara masak nasi jaha bersama-sama.

5. Festival Meriam Karbit 

Tradisi dari Kalimantan Barat ini tak hanya sebagai tradisi keagamaan, Festival Meriam Karbit juga digunakan untuk mengenang sejarah berdirinya Kota Pontianak.

Festival ini dilakukan tiga hari berturut-turut, yakni hari terakhir Ramadhan, hari H lebaran, dan hari setelah Lebaran. 

Festival tesebut juga sebagai simbol keberanian dan semangat kebersamaan. (aan)

 

 

Editor : Kifani Amalija Putri
#syawal #lebaran #tradisi #Indonesia