Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wali Murid Protes Agenda Perpisahan SMK Lingga Kencana di Subang Tak Sesuai Hasil Rapat, Picu Kecelakaan yang Menewaskan 11 Korban

Aan Vera Andriana • Selasa, 14 Mei 2024 | 06:32 WIB
Potongan video wali murid protes terkait agenda perpisahan SMK Lingga Kencana di Subang yang dinilai tak sesuai hasil rapat.
Potongan video wali murid protes terkait agenda perpisahan SMK Lingga Kencana di Subang yang dinilai tak sesuai hasil rapat.

RADARTUBAN – Satu dari tiga bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok, Jawa Barat yang hendak menggelar perpisahan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5).

Dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Subang Maxi menerangkan, kecelakaan tersebut mengakibatkan 60 korban.

Dari jumlah tersebut, 11 korban meninggal dunia. Mereka adalah  9 siswa SMK Lingga Kencana Depok, 1 orang guru, dan 1 pengendara motor. Sedangkan 46 siswa lainnya mengalami luka berat hingga ringan.

Riris, salah satu wali murid yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut menyampaikan protes.

Dia menyampaikan, dirinya sudah mewanti-wanti kepada pihak sekolah agar mempersiapkan segala kepentingan kegiatan dengan aman.

Riris kecewa dengan kelalaian sekolah yang menyewa bus yang tidak memiliki izin angkutan dan dokumen uji kadaluarsa pada Desember 2023.

Berkaca pada kecelakaan yang dialami sekolah lain sebelumnya, pada rapat wali murid, Riris meminta agar pihak sekolah memeriksa angkutan dan melakukan servis yang memuaskan.

“Benar [diperiksa], ya, Pak? Bertanggung jawab jika ada apa-apa. Karena kalau mau ke Bandung, ke Bogor, itu harus ada mobil yang bagus,” ucap Riris seperti yang diunggah akun X @yunitaterry3 menirukan ucapannya saat rapat.

Tak hanya itu. Riris mengungkap bahwa pihak sekolah tidak membawa anak didiknya sesuai dengan kesepakatan pada saat rapat.

“Saya kecewa. Kecewanya gini. Kenapa datang ke sana (Subang), padahal infonya perpisahan pelantikannya di Depok. Kok tiba-tiba dibawa ke sana?” ucapnya dengan penuh emosi dan kekecewaan.

Sebagai seorang guru, dia juga mengaku bahwa prosedur pertama yang harus dilakukan seorang guru untuk merencanakan perjalanan anak didiknya harus memastikan kendaraan yang digunakan dalam keadaan baik. (aan)

Editor : Amin Fauzie
#smk lingga kencana depok