Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sekolah di Sleman yang Study Tour Harus Melapor ke Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan Akan Mengecek Persyaratan Teknis

Hardiyati Budi Anggraeni • Senin, 20 Mei 2024 | 20:16 WIB
Kecelakaan bus rombongan study tour kembali terjadi. Kali ini menimpa siswa SMPN 3 Depok, Kabupaten Sleman.
Kecelakaan bus rombongan study tour kembali terjadi. Kali ini menimpa siswa SMPN 3 Depok, Kabupaten Sleman.

RADARTUBAN- Kecelakaan bus rombongan study tour kembali terjadi. Kali ini menimpa siswa SMPN 3 Depok, Kabupaten Sleman.

Peristiwa tersebut terjadi ketika rombongan study tour dalam perjalanan pulang dari wisata di Bedugul, Bali, Sabtu (18/5).

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan rombongan study tour tersebut.

Kecelakaan bermula ketika bus menyambar kabel telepon yang menjuntai di jalan.

Akibat kabel tersebut terseret, pohon di pinggir jalan tumbang.

Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat kabel yang membelit spion bus pariwisata SMPN 3 Depok, Sleman.

Tak hanya pohon yang menimpa bus, tiang listrik juga menimpa bagian belakang bus.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana membenarkan kecelakaan yang menimpa rombongan study tour SMPN3 Depok, Sleman.

Dia menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika rombongan perjalanan pulang setelah berwisata di Bedugul, Bali.

“Kerusakannya hanya pada bagian belakang bus saja, tidak ada korban jiwa. Semua kondisi baik dan sehat,” terangnya.

Dia mengimbau sekolah yang akan mengadakan study tour untuk lebih dulu melapor kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

Setelah sekolah melapor, maka dinas pendidikan akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan setempat untuk melakukan pengecekan armada yang akan digunakan.

Ery menambahkan, kegiatan study tour sebatas sukarela dan tidak wajib.
Meski demikian, dia tak memungkiri jika kegiatan study tour bermanfaat bagi siswa.

Salah satu manfaat tersebut adalah menambah pengetahuan dan wawasan siswa.

“Sudah kami sampaikan ke satuan pendidikan kalau hal seperti ini (study tour) tidak wajib,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana berharap sekolah lebih teliti dalam memilih armada yang akan digunakan untuk study tour.

Itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap dipastikan terlebih dahulu, persyaratan perjanjian perusahaan oto bus-nya, maupun persyaratan kelayakan teknisnya,” pungkasnya. (gi)

Editor : Amin Fauzie
#SMPN 3 Depok #Sekolah di Sleman #kecelakaan bus #study tour