RADARTUBAN- Kenaikan uang kuliah Tunggal (UKT) di sejumlah perguruan tinggi masih berlanjut hingga saat ini.
Kendati Menteri Kemendikbudristek, Nadiem Makarim menyatakan kenaikan UKT hanya berlaku untuk mahasiswa baru, namun hal tersebut tak meredam amarah mahasiswa.
Kali ini, 300 mahasiswa Universitas Brawijaya melakukan demo besar-besaran di depan Gedung Rektorat. Tuntutannya menolak kenaikan UKT.
Tuntutan lainnya, meminta kepastian dan jaminan pendidikan tinggi yang dapat diakses semua kalangan tanpa terkecuali.
Dikutip dari akun Instagram @mood.jakarta, aksi ini digelar seiring melenjitnya biaya pendidikan yang harus dibayar setiap enam bulan sekali tersebut.
Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, Satria Naufal Putra Ansar mengungkapkan, jika unjuk rasa ini dilakukan karena tak ada keputusan yang memuaskan dari diskusi yang telah dilakukan.
“Aksi ini dilakukan karena tidak ada hasil memuaskan dari audiensi bersama kampus,” terang Satria Naufal.
Dalam aksinya, banyak mahasiswa Universitas Brawijaya menanyakan fasilitas yang akan didapatkan.
Menurut dia, fasilitas yang didapatkan mahasiswa tidak sebanding dengan UKT yang dibayarkan.
Bahkan untuk menyindir petinggi Universitas ternama di Jawa Timur tersebut, para mahasiswa tak segan menyanyikan lagu naik-naik gunung dengan mengganti beberapa liriknya.
“Naik-naik, UKT naik. Tinggi-tinggi sekali. Kiri kanan, kulihat saja tapi fasilitas gak ada,” nyanyi para demonstran dengan lantang di halaman Rektorat UB.
Para mahasiswa dihadang belasan petugas keamanan yang telah siaga. Selain nyanyian yang menyindir petinggi UB tersebut, para mahasiswa juga membentangkan sebuah poster kecil bertuliskan, Orang Miskin Dilarang Kuliah.
Foto Rektor UB, Pof Widodo juga diikutsertakan dalam poster yang dibawa para mahasiswa saat melakukan unjuk rasa.
Aksi tersebut meredam setelah Wakil Rekor 2 Prof Ali Safaat menemui para demonstran.
Para mahasiswa mengungkapkan tuntutannya agar pihak UB mau mendampingi pihaknya untuk bisa beraudisi dengan pihak Kemendikbudristek.
‘’Kami mendesak untuk rektorat bersama kami mendesak Kemendikbud mengeskalasikan bantuan keuangan. Kedua kita akan mengekskalasikan secara nasional," ujarnya. (*)
Editor : Amin Fauzie