Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

SMAN 8 Medan Dituding Tak Naikkan Siswi karena Orang Tuanya Melaporkan Kepsek terkait Pungli

Dwi Setiyawan • Rabu, 26 Juni 2024 | 21:20 WIB
Tangkapan layar Kepala SMA Negeri 8 Medan Rosmaida Asianna Purba menjelaskan alasan siswi yang tidak naik kelas.
Tangkapan layar Kepala SMA Negeri 8 Medan Rosmaida Asianna Purba menjelaskan alasan siswi yang tidak naik kelas.

RADARTUBAN-Viral orang tua siswi di SMAN 8 Medan menuding pihak sekolah tidak menaikkan kelas anaknya karena dia melaporkan kepala sekolahnya atas dugaan pungutan liar (pungli).

Kepala SMA Negeri 8 Medan Rosmaida Asianna Purba membantah tuduhan pihaknya tidak menaikkan siswinya berinisial MS karena orang tuanya melaporkan kasus pungli di sekolah.

Dia menyatakan, siswi tersebut tidak dinaikkan karena kerap tidak masuk sekolah tanpa keterangan.

"Hasil rapat dengan dewan guru memutuskan terjaring (tinggal kelas) karena salah satu dari poin kriteria itu anak ini terjaring karena ketidakhadiran tanpa keterangan selama 34 hari," kata Rosmaida Purba, dilansir detikSumut, Senin (24/6).

"Kebetulan memang kalau di semester I anak ini absensinya itu sesuai rapor ya. Di semester I, anak ini 11 hari tanpa keterangan, 5 hari sakit, izinnya 4 hari. Jadi, di semester I tanpa keterangan 11 hari, jumlah seluruhnya 20 hari. Di semester II, anak ini sakit 6 hari, izin 3 hari, tanpa keterangan 23 hari. Jadi, seluruhnya untuk di semester II ini seluruhnya adalah 32 hari," imbuhnya.

Sementara itu, laporan ortu siswi tersebut sudah diterima Polda Sumut.

Saat ini laporan tersebut sedang diproses di tahap penyelidikan.

Unggahan viral di akun Instagram @memomedsos tersebut mendapat respons beragam dari warga net.

Salah satunya dari akun @teuku_irfiandi . ‘’Di usut tuntas aja, ada kemungkinan anak itu di ancam, makanya gak berani masuk ????,’’ tulisnya.

‘’Saya pernah jadi guru dan ada kewajiban home visit untuk murid yang absen lebih 5 hari. Tidak harus wali kelasnya atau guru BK tapi guru yang available untuk home visit. Sekolah negeri jauh lebih mudah dan murah serta full bantuan dari pemerintah,’’ komen @Ibay Slamet Bahtiar. (ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#dugaan pungli #SMAN 8 Medan #kepala sekolah #viral