Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Skandal Joki Strava, Atlet Palsu di Sosial Media. Bagikan Aktivitas Lari untuk Status Harian

Riyan Prasetyo • Jumat, 5 Juli 2024 | 18:26 WIB
Joki Strava yang ramai diperbincangkan di jagat maya.
Joki Strava yang ramai diperbincangkan di jagat maya.

RADARTUBAN- Jagat maya diramaikan jasa joki Strava di aplikasi Twitter.

Joki Strava menguntungkan orang yang ingin dianggap suka running dan haus terhadap validasi.

Joki Strava adalah jasa menggantikan orang lain menjalankan aktivis olahraga, namun menggunakan akun dari pemohon jasa.

Keperluannya, mencatat kegiatan seseorang saat olahraga. Mencatatkan kegiatan olahraga dengan Strava sangat popular.

Strava tidak hanya menganalisa, namun juga menyediakan komparasi menarik terkait rute yang dilalui. Dengan demikian, atlet terbantu.

Saat ini, aplikasi Strava digunakan merekam data penting, seperti jarak tempuh dan kecepatan.

Dalam aplikasi Strava juga terdapat menu heart rate yang berguna mengukur detak jantung penggunanya.

“Pengen dapat validasi, itu ya satu. Juga, sekarang kan ramai virtual running. Daftar biar dapat kaos, medali tapi malas larinya,” kata dr Andi Kurniawan, SpKO mengomentari dikutip dari Detikhealth.

Dokter Andi menerangkan, aplikasi Strava atau aplikasi kebugaran yang dipakai untuk menilai tubuh sendiri, kapasitas seseorang berlatih kemudian dinilai hasilnya.

‘’Itu kan monitoring hasil Latihan kita. Tapi kalau dijokiin, jadi meaningless, buat apa?” ujarnya.

Strava menggunakan kombinasi teknologi modern, big data analysis, cloud compute, komunitas, dan media sosial.

Para atlet membagikan aktivitas larinya di media sosial untuk status harian. Itu artinya Strava digunakan untuk pamer aktivitas.

Ada kesan tersendiri para atlet membuat story Strava untuk eksis, makanya banyak para joki memanfaatkan Strava.

Peluang mementingkan gaya hidup atau pamer menjadi indikator skandal joki Strava.

Orang males untuk olahraga, namun untuk eksis tetap posting story untuk memperoleh eksistensinya.

Akun Twitter @hahahiheho dalam cuitannya menawarkan jasa joki Strava.

“btw aku buka jasa joki strava yahh! Tapi yang lari sodaraku yang jago lari, price menyesuiakan pace , km dan dl yahh!! Bisa dm akyuu.”

Cuitan akun tersebut mendapat tanggapan beragam komentar. Akun @deandrasu mengomentari “utk area jogja bisa?”

Joki Strava membidik orang yang ingin menunjukkan bahwa dirinya olahraga, namun kenyataannya tidak olahraga. Karena itu, tugasnya adalah lari menggantikan pelanggan.

Para joki Strava menawarkan harga sesuai dengan jarak tempuh dan laju yang dilakukan. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#jasa joki Strava #olahraga #atlet