RADARTUBAN-Berita duka menimpa atlet bulu tangkis muda Zhang Zhi Jie pada ajang turnamen BNI Badminton Asia Junior Championship 2024.
Zhang Zhi Jie ambruk dan kejang di lapangan pada 30 Juni lalu.
Diduga terlambatnya tim medis dalam memberikan pertolongan menjadikan nyawa Zhang Zhi Jie tak tertolong.
Melansir dari akun YouTube DR. CICI, kondisi kejang atlet merupakan kejadian emergensi dan harus mendapat pertolongan, meski aturan pertandingan menjelaskan bahwa tim medis boleh mengambil tindakan setelah mendapat izin dari referee alias wasit turnamen.
Zhang Zhi Jie divonis meninggal dunia akibat gagal jantung. Menurut dr. Furqon Satria melansir dari website Beautynesia, orang berusia lebih dari 35 tahun berarti serangan jantung.
‘’Sementara kurang dari 35 tahun merupakan kondisi kongenital seperti hypertrophic cardiomyopathy, congenital coronary anomaly, atau ARVD,” ujarnya.
Apa yang menjadikan atlet mengalami gagal jantung saat melakoni pertandingan tersebut?
Mengutip alodokter.com, gagal jantung terjadi karena jantung koroner, hipertensi, dan anemia.
Gejala awal yang dialami saat mengalami gagal jantung adalah kondisi badan lemah, kaki bengkak, dan sesak napas.
Untuk mengatasi hal tersebut, atlet bulu tangkis Jonatan Christie memberikan dua tips rahasia gacor sebagai berikut:
1. Mengonsumsi buah pisang
Mengoonsumsi pisang saat melakoni pertandingan bulu tangkis bermanfaat meningkatkan energi.
Kandungan kalium dalam buah pisang bermanfaat untuk jantung.
Kandungan kalium ini banyak dimanfaatkan atlet untuk menciptakan energi dan dapat menggantikan nasi.
Buah pisang juga mengandung serat yang bagus untuk kesehatan.
2. Waktu istirahat yang cukup
Selain gemar berolahraga. Jonatan Christie juga selalu memperhatikan kesehatan dengan menjaga pola istirahatnya.
Umumnya orang dewasa membutuhkan waktu istirahat selama 7-8 jam guna mengembalikan energi pada tubuhnya.
Mengetahui kapasitas ketahanan fisik juga penting.
Hal tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dalam kehidupan. Itu karena setiap manusia memiliki daya tahan tubuh yang berbeda-beda. (*)
Editor : Amin Fauzie