RADARTUBAN – Kapal Phinisi Budi Utama/East Blue tenggelam pada 22 Juni 2024 di Labuan Bajo.
Dikutip dari akun X @akatalepsi, sejak hari kejadian hingga Selasa (9/7), masih belum ada iktikad baik dari pemilik kapal Phinisi Budi Utama.
Menurut cerita pemilik akun @akatalepsi yang merupakan teman korban kecelakaan tersebut, terdapat 15 penumpang kapal Phinisi Budi Utama, namun di dalam manifest hanya tertulis 10 nama saja. Itu berarti 5 penumpang lainnya berstatus penumpang gelap.
Hal ini tentu berdampak pada 5 penumpang tersebut apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Apabila 5 penumpang yang namanya tidak terdaftar tersebut menjadi korban, sangat mungkin tidak akan dicari.
Selain itu keluarga korban tidak akan mendapatkan asuransi jiwa.
Dari lima penumpang yang tidak terdaftar di manifest kapal, 3 orang di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).
Dikutip dari akun TikTok @labuanbajoaccidents, salah satu WNA asal Perancis yang menjadi menjadi penumpang gelap, mengalami luka-luka dan kesulitan berjalan. Dia juga tidak layak untuk naik pesawat.
Tak berselang lama setelah kecelakaan, kapal lain yang melintas membantu evakuasi penumpang-penumpang yang tengah mengapung berpegangan pada barang-barang yang mengapung tanpa pelampung.
Sebelumnya, mereka tidak diimbau menggunakan jaket pelampung yang terikat di tiang kapal.
Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang dialami 15 penumpang Kapal Budi Utama cukup besar. Seluruh barang-barang mereka tenggelam di dasar laut.
Sebagian barang tersebut terdapat dokumen penting.
“Lucky, ada kapal di sekitar lokasi yang akhirnya bantu buat evakuasi. Gada korban jiwa, t pada 2 turis yang luka2 jadi harus dibawa ke rs. Tapiiii, barang2 mereka bernasib buruk, koper, laptop, baju, dokumen penting, teenggelam ke dasar laut (emoticon menangis)” tulis pemilik akun @akatalepsi.
Selain itu, akun @akatalepsi juga membagikan video ketika temannya dan penumpang lain sedang menanyakan manifest kapal yang hanya tertulis 10 nama penumpang.
Namun, dengan nada santai, pemilik kapal yang bernama Inigo Montana menjawab pertanyaan tersebut tanpa rasa bersalah.
Dikutip dari video yang dibagikan akun @akatalepsi, “Ya bisa kan? (manifest tidak sesuai) emangnya manifest tu menentukan nyama?” ucap Inigo Montana tanpa berpikir panjang.
Selain itu, ketika salah satu penumpang menjelaskan bahwa namanya tidak tertulis di dalam manifest, apabila terjadi sesuatu, dia tidak mendapatkan asuransi.
Kemudian orang di dekatnya juga ikut menimpali, selain asuransi, apabila orang tersebut hilang juga tidak akan dicari.
Dikutip dari video yang sama, “Tapi kan masnya selamat” ujar Inigo Montana dengan santai.
Sampai saat ini penumpang kapal berusaha memerkarakan kasus tenggelamnya Kapal Budi Utama.
Hal tersebut dipicu karena belum ada iktikad baik dari pemilik kapal untuk menjelaskan manifest yang tidak sesuai hingga ganti rugi terhadap barang-barang berharga penumpang yang tenggelam. (*)
Editor : Amin Fauzie