Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Civitas UNM Dorong Mahasiswa, karena Kritik Kebijakan Pembelian Almamater

Nawar Shabnam Kalila • Jumat, 12 Juli 2024 | 22:05 WIB
Potongan video ketika seorang mahasiswa protes mengenai kebijakan pembelian almamater di Universitas Negeri Makassar (UNM).
Potongan video ketika seorang mahasiswa protes mengenai kebijakan pembelian almamater di Universitas Negeri Makassar (UNM).

RADARTUBAN–Beredar video di Instagram @makassar_info ketika seorang mahasiswa protes mengenai kebijakan pembelian almamater di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan.

Ketika sedang menyuarakan kritik pembelian almamater, seorang civitas UNM mendorong mahasiswa tersebut dengan kasar lalu di pengujung video terlihat juga satu orang civitas menggunakan topi merah ikut mendorong mahasiswa tersebut ke arah tangga untuk turun.

Dikutip dari duitflip.web.id, mahasiswa tersebut mengkritik bukan tanpa alasan, namun ada kebijakan mengenai pembelian almamater yang menurutnya kurang pas. Karena itu, dia melakukan protes.

Mahasiswa tersebut mulai mempertanyakan dengan sopan terkait kebijakan kampus yang mewajibkan seluruh mahasiswa baru membeli perlengkapan jas seharga Rp 250 ribu untuk mendapatkan nomor induk mahasiswa (NIM). Namun, seorang dosen mendorongnya dengan kasar.

“Kalau kenaikan itu, tetap sebenarnya Rp 175 ribu almamaternya, tetapi Rp 75 ribu itu, harga dasi, jadi Rp 250 ribu,” jelas Presiden BEM Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM Faisal Basri, Rabu (10/7) dikutip dari duitflip.web.id.

Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat oknum dosen yang mendorong salah satu mahasiswa yang mempertanyakan kenaikan harga kelengkapan almamater dan dosen lainnya memeriksa kartu mahasiswa itu untuk memastikan identitasnya adalah mahasiswa UNM.

Setelah memfoto wajah mahasiswa tersebut, oknum dosen yang menggunakan topi merah juga mendorong mahasiswa tersebut untuk pulang karena membuat malu.

Video tersebut memicu banyak komentar dari netizen. Ada yang membela mahasiswa tersebut, namun tidak sedikit yang kontra karena menyuarakan kritikan dengan cara yang kurang benar.

“Sedihnya sampai didorong-dorong, sehina dan sesalah itu kah sampai harus didorong dan dirundung begitu,” tulis pemilik akun @halimahsulaiman23 pada postingan akun Instagram @makassar_info.

“Dia masih bisa senyum loh diantara semua kekerasan dan perlakuan yg tdk baik disudutkan kepadanya,” komen pemilik akun @hnna_mau yang merasa simpati pada mahasiswa yang menggunakan koko hijau tersebut.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa cara yang dilakukan mahasiswa tersebut kurang tepat.

Dikutip dari komentar salah satu akun Instagram pada kolom komentar @makassar_info, hal ini disebabkan karena sebelum kejadian, ada aksi anarkis yang dilakukan mahasiswa menggunakan atribut BEM UNM.

“Tdk seperti ini kejadian awalnya, mahasiswa datang dengan semua atribut BEM UNM dgn cara yang anarkis di saat rector ada tamu dr luar, apa salahnya mahasiswa berbicara berdiskusi ke ruangan rektor?” tulisnya yang merasa video tersebut membuat pihak civitas UNM terlihat buruk di mata orang-orang yang menonton. (*)

Editor : Amin Fauzie
#universitas negeri makassar #video #mahasiswa protes #pembelian almamater #Civitas UNM