Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penghuni Kost Diduga Hoarding Disorder Digerebek Ibu Kostnya? Penyakit Kejiwaan Apa Itu? Ini Penjelasannya

Annisa Tiara Nurinda Mulia Rahardja • Rabu, 17 Juli 2024 | 03:10 WIB
Tangkapan layar video penghuni kost hoarding disorder.
Tangkapan layar video penghuni kost hoarding disorder.

RADARTUBAN-Viral di berbagai media sosial video seorang ibu kost gerebek salah satu kamar kost yang berantakan dan penuh sampah.

Video kamar kost tersebut diunggah akun TikTok @siskavizar.

“MIMPI BURUK IBU KOST DAPAT PENGHUNI HORDING DISORDER/MALAS DISORDER/MAGER DISORDER!!” tulisnya dalam video yang memperlihatkan kamar kost tersebut.

Dalam video tersebut tampak kamar kost yang sangat berantakan, sampah menumpuk, dan properti kost rusak.

Bahkan, ditemukan sisa-sisa tulang ayam di kasurnya yang sobek.

Pemilik kost mengatakan, bahwa dirinya mulai curiga sejak mencium bau kurang sedap dari kamar kost tersebut, walau dalam keadaan terkunci.

Pemilik video dan netizen menduga penghuni kost mengalami hoarding disorder.

Apa itu hoarding disorder? Dokter Zulvia Oktanida Syarif SpKJ menjelaskan, hoarding adalah perilaku seseorang yang kesulitan membuang benda yang tidak bermakna.

Orang yang mengalami hal tersebut disebut hoarder.

Jika hal tersebut sudah menjadi gangguan atau penyakit kejiwaan, maka disebut hoarding disorder.

Tentunya hal ini berbeda dengan dengan mengoleksi.
Pengoleksi barang biasanya menyimpan barang-barang bernilai yang kemudian dirawat dan ditata rapi.
Sedangkan hoarder cenderung menyimpan barang-barangnya dengan berantakan.

Dilansir dari siloamhospitals.com, hoarding disorder adalah gangguan perilaku senang menimbun atau menyimpan barang seperti koran, perlengkapan rumah tangga, bahkan benda kotor atau rusak karena menganggap barang tersebut berharga.

Penderita hoarding disorder merasa aman ketika dikelilingi tumpukan benda tersebut dan merasa gelisih atau cemas jika membuang benda tersebut.

Hoarding disorder hanya bisa didiagnosa oleh psikiater, psikolog, atau konselor profesional.

Hal tersebut karena penderita baru bisa terdiagnosis hoarding disorder apabila diagnosis lainnya, seperti diagnosis  obsessive-compulsive disorder (OCD), skizofrenia, dan depresi.

Dikutip dari primayahospital.com, berikut adalah penyebab hoarding disorder:

1.    Masalah pada otak, seperti operasi, stroke, atau infeksi.
2.    Riwayat keluarga dengan hoarding disorder.
3.    Mengalami kejadian yang menimbulkan stres atau ketegangan yang cukup besar.
4.    Tidak mendapatkan perhatian orang tua.
5.    Gangguan mental lainnya, seperti fobia, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan depresi. (*)

Editor : Dwi Setiyawan
#hoarding disorder #video #Penghuni Kost #viral