Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Anggaran Makan Bergizi Gratis Prabowo Dipangkas Jadi Rp 7.500, Netizen Ramai Mengkritik

Wastiana • Minggu, 21 Juli 2024 | 21:00 WIB
Prabowo Subianto tinjau sistemasi makan siang gratis di sekolah saat kunjungi Beijing, China
Prabowo Subianto tinjau sistemasi makan siang gratis di sekolah saat kunjungi Beijing, China

RADAR TUBAN – Baru-baru ini masyarakat Indonesia kembali dibuat heboh dengan dikabarkannya pembaharuan anggaran makan bergizi gratis yang dipangkas menjadi Rp 7.500.

Seperti yang telah diketahui, makan bergizi gratis merupakan salah satu program kerja pasangan pilpres terpilih Prabowo-Gibran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki gizi anak-anak di seluruh Indonesia.

Namun, mengutip dari cuitan akun X/Twitter @txtdrimedia, dikabarkan berita bahwa anggaran makan siang gratis akan dipangkas menjadi 7.500 per anak. Hal ini beralasan karena Prabowo ingin programnya bisa dirasakan masyarakat Indonesia sebanyak mungkin.

Melansir dari cuitan Monica, @NenkMonica. Sebelumnya, sempat dikabarkan bahwa anggaran untuk makan siang gratis adalah Rp25.000 per anak. Tepatnya ketika waktu kampanye pemilihan presiden Februari lalu. Kemudian, setelah pengumuman capres terpilih menjadi makan bergizi Rp15.000,-. Dan Sekarang ketika akan dilantik menjadi Rp7.500,-.

“Saat Kampanye Pilpres : Makan Siang Gratis Rp. 25.000 Sesudah Menang Pilpres : Makan Bergizi Rp. 15.000 Akan Dilantik : Makan Sederhana Rp. 7.500 Sesudah Dilantik : Rakyat MAKAN HATI,” tulisnya geram pada takarir unggahannya.

Hal tersebut tentu mengundang banyak komentar dari netizen. Tidak sedikit dari mereka yang mempertanyakan anggaran tersebut bisa mendapatkan apa. Terlebih lagi kenaikan bahan makanan saat ini sudah terbilang mahal jika dibandingkan dengan anggaran yang dicanangkan.

Serupa dengan komentar yang dilayangkan @Glowibg, “makan di warteg aja 15ribuan, nasi padang 20-25ribuan.. lalu 7.500 kira” dapet apaa ya?” tanyanya heran.

Nama program “makan bergizi gratis” yang semula adalah “makan siang gratis” ini menjadi semakin tidak relevan. Sebab, dengan anggaran yang telah dipangkas sebanyak itu masih dipertanyakan kecukupannya untuk memenuhi standar makanan bergizi.

Permasalahan ini sama halnya dengan yang ditanyakan @generasiosing pada unggahan yang sama. “Alokasi makan siang gratis dipangkas. Tapi disisi lain istilah makan siang garyis diganti nama jadi “Makan bergizi gratis”. Yang jadi pertanyaan, apakah harga segitu bisa mendapatkan makanan yang katanya bergizi itu?” ungkapnya bertanya-tanya.

Sampai saat ini, masyarakat masih menunggu pembaharuan dan putusan lanjutan. Mengingat program ini adalah program yang sangat digencarkan pasangan Prabowo-Gibran saat kampanye dulu. Masyarakat sangat berharap apa yang telah dijanjikan dapat direalisasikan secara optimal. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#makan siang gratis #prabowo #gibran