Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perintah 'Tal Bantal Saya Mau Tidur' ala Ki Arjuna Ternyata Ada dalam Psikologi, Ini Penjelasannya

Tugino • Senin, 22 Juli 2024 | 02:00 WIB
Ki Arjuna saat dalam podcast menjelaskan tentang kesaktiannya.
Ki Arjuna saat dalam podcast menjelaskan tentang kesaktiannya.

RADARTUBAN - Ki Arjuna Samudra, paranormal muda asal Solo, Jawa Tengah, tengah viral di beberapa platform media sosial.

Viralnya Ki Arjuna bukan semata-mata karena kemampuannya, tetapi justru karena beberapa statementnya yang di anggap tidak masuk akal bahkan lelucon oleh netizen.

Banyaknya netizen yang mempertanyakan kebenaran Ki Arjuna justru membuatnya semakin viral. Zuhad Ibad, nama asli Ki Arjuna, mengaku kemampuan spiritualnya diwarisi dari ayahnya yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur.

Kemampuan spiritual Ki Arjuna konon mencakup penyembuhan penyakit, pembukaan aura, hingga pemberian penglaris.

Namun, beberapa pernyataannya justru dianggap sebagai lelucon oleh netizen. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengakuannya pernah hidup bersama genderuwo bernama Eeyang Gandarwo Seto saat masih SMP.

"Namanya Eeyang Gandarwo Seto, rajanya genderuwo," katanya.

Ki Arjuna juga mengaku kerap tidak tidur dan tidak makan selama berhari-hari.

"Saya tidak tidur selama tujuh hari delapan hari sudah biasa. Rahasianya cuma minum es kopi doang," ujarnya dalam sebuah podcast.

Di balik pernyataan-pernyataan yang dianggap tidak masuk akal tersebut, ternyata ada teori psikologi yang mendasarinya. Salah satunya adalah ketika Ki Arjuna mengajak berbicara bantal sebelum tidur.

''Tal bantal, saya mau tidur. Bikin saya tidur nyenyak. Kalau saya udah nyenyak, bangunkan saya di saat tubuh saya udah enak. Pikiran saya, saya sugesti sendiri,'' ucapnya.

Dilansir dari akun TikTok @muhamadyafi__, fenomena ini sebenarnya berkaitan dengan teori psikologi tentang kekuatan pola pikir.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology, dialog internal memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir seseorang.

Dialog internal adalah semacam cerita yang diceritakan ke diri sendiri tentang kemampuan yang dimiliki dan keadaan dunia sekitar. Penting untuk memastikan bahwa dialog internal yang dilakukan bersifat positif dan konstruktif, bukan pikiran negatif atau membatasi diri.

Hal tersebut sebenarnya hampir sama dengan statement Shakira Amirah Clash of Champions (COC) dalam podcast Denny Sumargo di chanel YouTube pribadinya CURHAT BANG Denny Sumargo bersama Xaviera Putri dan Sandy Kristian beberapa waktu yang lalu.

“Mamaku selalu ngajarin setiap bangun tidur bilang: kamu cantik, kamu baik, kamu bahagia, kamu sempurna, dan semacemnya ambil semenit, dua menit, langsung sholat subuh, baru jalanin aktivitas sehari-hari,'' kata dia. 

''Jadi mamaku bilang nggak boleh bilang: semoga nanti nggak sakit lagi ya. Kata ‘nggak’-nya tuh nggak boleh. Diganti semoga nanti sehat, bukan semoga nanti nggak sakit. Karena mama aku bilang bumi itu menyerap kata-kata tapi bumi menyerapnya nggak menyerap kata tidak,” jelasnya mengenai positif afirmasi yang diajarkan oleh ibunya.

Kebiasaan melakukan dialog internal positif dapat membentuk apa yang disebut sebagai growth mindset atau pola pikir berkembang.

Orang dengan pola pikir ini percaya bahwa kemampuan mereka dapat terus dikembangkan melalui dedikasi, kerja keras, dan perjuangan.

Dengan memiliki pola pikir berkembang, seseorang tidak akan mudah merasa inferior dan akan memiliki motivasi serta kepercayaan diri yang tinggi. Seperti kata filsuf Seneca: Kita lebih banyak menderita di dalam pikiran kita sendiri. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#paranormal #tiktok #solo