Video tersebut diunggah oleh akun TikTok pasangan date-nya (inisial VN) pada Senin (3/7). Isi videonya adalah tangkapan layar dari roomchat sang pria yang menghitung total pengeluaran kencan mereka dan meminta VN untuk mengganti sebagian.
Merasa tersinggung, VN justru mentransfer sejumlah uang dengan nominal yang jauh lebih besar. Ia secara terang-terangan memutuskan hubungan mereka dan menganggap uang yang dia berikan sebagai sedekah. Kemudian, VN langsung memblokir kontak RZ.
“Ga ada ngedate kedua, ni sisanya sedekah buat lu,” tulisnya pada balasan terakhirnya kepada RZ.
Tak lama kemudian, RZ membuat video klarifikasi terkait permasalahan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal mereka sudah membuat kesepakatan untuk membagi pengeluaran kencan mereka.
“Sebelum kita ngedate, dia sudah sepakat buat kita split bill. Letak kesalahan gua tu di mana gitu, karena ya emang kesepakatannya split bill jadi ya udah gua itung semua pengeluaran termasuk biaya parkir sekalipun gitu...” jelas RZ pada video klarifikasi yang ia unggah di akun TikToknya.
Selain itu, RZ juga mengaku sudah mengembalikan kelebihan uang yang VN transfer.
Viralnya video tersebut mengundang berbagai komentar dari warganet. Salah satunya pada unggahan kolom diskusi media sosial X/Twitter yang ditulis akun @kegblgnunfaedh.
Banyak warganet yang mendukung sikap VN lantaran menganggap RZ terlalu perhitungan. Mengingat pada umumnya biaya first date memang ditanggung pihak laki-laki. Terlebih lagi nominalnya yang tidak seberapa, yakni hanya Rp 37 ribu.
Hal tersebut juga disampaikan akun @dimstrds pada unggahan yang sama, “Beda akun beda komenan, tapi menurut gue ya harusnya kalau first date itu yang bayarin cowok, lagian makannya juga ga seberapa, kecuali ya kalau udah pacaran setahun apa 6 bulan sesekali cowok ga punya duit ceweknya yang bayarin mungkin cewek ga bakal ilfil, tapi awal aja udah perhitungan gimana lagi ntar udah pacaran mungkin yang cewek mikir begitu,” ungkapnya.
Berbeda dengan @dimstrds, @Aris_K_182 justru berpendapat sebaliknya. Menurutnya, traktiran saat date bersama pasangan justru membuat suasana menjadi canggung. Split bill pada saat kencan juga merupakan salah satu budaya yang diterapkan di Jepang.
“Ngedate kok pengen di traktir, temen gue yang di Jepang kagak gini bre malah bayar masing-masing. Kalo dibayararin alias di traktir mereka malah malu dan kesananya jadi canggung,” jelasnya.
Namun, kembali lagi, kebiasaan membagi pengeluaran saat kencan hanyalah permasalahan prinsip dan pandangan masing-masing. Baik dari pihak perempuan maupun laki-laki dapat membicarakannya untuk tetap menjalin hubungan baik. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama