RADARTUBAN - Baru-baru ini, video yang menampilkan pengusiran seorang penjual roti oleh Satpol PP di area Car Free Day (CFD) Kota Medan viral di media sosial X/Twitter.
Dalam video tersebut, tampak seorang pria paruh baya yang berjualan roti menggunakan sepeda berwarna biru, mengenakan baju dan topi berwarna biru, diusir oleh petugas Satpol PP.
Petugas Satpol PP yang terlihat sedang menelepon, kemudian menghampiri dan menegur penjual roti dengan tegas.
Video ini pun menuai berbagai komentar dari netizen. Ada yang menganggap tindakan Satpol PP sudah tepat, sementara yang lain menyayangkan cara pengusiran yang dinilai tidak sopan dan kurang manusiawi.
Komentar Netizen Dari Akun Media Sosial X/Twitter
@Aris_K_182: "Ya mau gimana lagi, beliau mencari uang untuk keluarganya di satu sisi juga bapak yg satunya sedang melakukan pekerjaannya. Terkadang serba salah semua nya."
@virgopunky54: "Gak bisa gitu bicara baik-baik dan sopan,pasti juga lw kita diberitahukan baik-baik dan sopan pasti akan mengerti kok, utk pak satpol pp coba belajar mencontoh SoP security @HaloBCA terhadap customer menjelaskan secara sabar kpd custumer dan sopan."
@SoledDida: "Harusnya jng didorong-dorong, iya ngerti si satpol mengerjakan pekerjaannya dan si penjual roti berdagang menjajakan dagangannya.... klo ada yg bilang kan ada lapaknya untuk berjualan? Iya ngerti tapi ora kabeh-kabeh kuat bayar sewa lapak (tidak semua kuat bayar sewa lapak),"
Kasus pengusiran penjual roti ini menjadi pengingat bahwa dalam melihat sebuah kejadian di media sosial, penting untuk teliti dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.
Sejumlah warganet juga mengingatkan agar jangan langsung menjustifikasi bahwa salah satu pihak adalah yang bersalah.
Perlu dicari informasi yang lebih lengkap dan valid untuk memahami duduk perkara yang sebenarnya.
Di sisi lain, penting juga untuk mengedepankan pendekatan yang humanis dan sopan dalam menyelesaikan permasalahan, baik dari pihak Satpol PP maupun masyarakat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama