RADARTUBAN – Viral di media sosial, video yang menunjukkan sekelompok orang yang diduga oknum ormas Pemuda Pancasila sedang mengintimidasi aktivis LSM di Kebumen, Jawa Tengah.
Seseorang yang mengatasnamakan diri sebagai aktivis LSM yang diketahui bernama Sugiyono, Ketua LPKSM Kresna Cakra Nusantara Kebumen mendapat ancaman dari oknum ormas yang juga seorang kades.
Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @kebumenupdate (23/7), pelaku diketahui bernama Supono bersama dengan beberapa orang lainnya yang berseragam Pemuda Pancasila.
“Ketua LPKSM Kresna Cakra Nusantara Kebumen, Sugiyono, melaporkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) di SDN 1 Jatimulyo. Tak disangka, dia malah mendapat ancaman dari oknum kades,” tulisnya menjelaskan postingan tersebut.
Video berupa ancaman itu dikirimkan ke Polres Kebumen, namun hingga kini belum ada tindakan. Sugiyono berharap kasus ini segera ditindaklanjuti dan masyarakat berani melapor jika mengalami intimidasi.
Dilansir dari jatenggayengnews.com (23/7), Sugiyono, Ketua DPC Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Kresna Cakra Nusantara Kabupaten Kebumen, mengaku mendapat intimidasi dari oknum kepala desa yang diduga juga anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP).
Kejadian ini terjadi di Desa Menganti, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada Minggu (30/6/2024).
Intimidasi tersebut diduga terkait laporan Sugiyono ke Polres Kebumen mengenai dugaan pungutan liar (pungli) di SDN 1 Jatimulyo yang dikeluhkan wali murid.
"Klien kami dihubungi oleh seseorang yang mengaku Kepala Desa Jatimulyo. Dia mengatakan akan mendatangi rumah klien bersama Kades Menganti dan PP," ungkap Sugiyono kepada wartawan, Rabu (3/7).
Sugiyono menyatakan telah mengirimkan rekaman ancaman tersebut ke beberapa pejabat Polres Kebumen, namun tidak ada tindak lanjut.
Di lokasi kejadian, Sugiyono mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan, termasuk caci maki dan ancaman pengusiran terhadap kliennya.
"Mereka merampas ponsel saya dan menghapus paksa video dokumentasi. Kades juga melontarkan tuduhan tidak berdasar kepada saya," tambahnya.
Dwi Amilono, S.H., Ketua Umum LPKSM Kresna Cakra Nusantara, mengecam keras tindakan kedua oknum kades tersebut. "Kami berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Kebumen, serius menangani laporan ini," ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.PDI, SE, SH, MH, penasehat hukum Media Radar Group, menghimbau penegak hukum di Kebumen untuk tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini. "Tindakan intimidasi semacam ini mencederai demokrasi dan menyulitkan kontrol sosial," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian kasus kepada pihak berwajib. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama