RADARTUBAN - Angka pernikahan di Indonesia terus menunjukkan dinamika yang menarik setiap tahunnya. Sebagian besar anak muda di Indonesia menikah pada usia 19 - 21 tahun. Pernikahan yang merupakan momen sakral itu ternyata mengalami penurunan selama satu dekade ini.
Beberapa daerah mengalami penurunan pernikahan. DKI Jakarta mengalami penurunan angka pernikahan sebesar 4 ribu. Jawa barat mengalami penurunan sebesar 29 ribu. Jawa Tengah mengalami penurunan sebesar 21 ribu.
Jawa Timur mengalami penurunan sekitar 13 ribu. Angka penurunan pernikahan tersebut diambil dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024.
Ternyata, angka pernikahan yang menurun tersebut terjadi bukan tanpa alasan, loh. Kesempatan perempuan untuk sekolah dan bekerja menjadi faktor turunnya angka pernikahan.
Selain itu, kondisi laki-laki dengan ekonomi mapan juga belum banyak karena sulitnya menjadi pekerjaan juga menjadi faktor turunnya angka pernikahan.
Hal tersebut dijelaskan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof., Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si.
Walau mengalami penurunan angka pernikahan, berikut adalah 10 provinsi dengan angka pernikahan tertinggi di Indonesia:
1. Jawa Barat dengan angka pernikahan 326.445
2. Jawa Timur dengan angka pernikahan 291.210
3. Jawa Tengah dengan angka pernikahan 255.236
4. Sumatera Utara dengan angka pernikahan 72.657
5. Banten dengan angka pernikahan 71.098
6. Sulawesi Selatan dengan angka pernikahan 56.461
7. Lampung dengan angka pernikahan 55.794
8. Sumatera Selatan dengan angka pernikahan 53.710
9. DKI Jakarta dengan angka pernikahan 44.184
10. Riau dengan angka pernikahan 41.232
Data tersebut dikutip dari akun Instagram @bimasislam dengan sumber SIMKAH.go.id.
Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah menempati tiga posisi teratas angka pernikahan tertinggi di Indonesia.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh jumlah penduduknya yang besar dan tingkat ekonomi yang relatif stabil.
“Itu berdasarkan peristiwa pernikahan jd ya sesuailah karena daerah2 itu banyak jumlah penduduknya, seharusnya dibuat persentase berdasarkan jumlah penduduk dan peristiwa pernikahan jadi kita bisa tau daerah mana yg peristiwa pernikahannya tinggi,” tanggapan @nickferdy88 melalui akun Instagramnya.
“Kan yg 3 besar itu penduduk paling padat min Jawa adalah kunci,” komentar rahmadlubis.2708 melalui akun Instagramnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama