RADAR TUBAN – Kabar duka menyelimuti masyarakat Indonesia saat ini, terutama dalam dunia politisi. Hamzah Haz, wakil presiden Indonesia ke-9 dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (24/7).
Kabar ini telah dikonfirmasi Achmad Baidowi, politikus PartaI Persatuan Pembangunan (PPP). Ia menyampaikan almarhumah meninggal pagi hari tadi tepatnya pukul 09.30 di Klinik Tegalan. Jenazah akan disalatkan di masjid Jalan Nenas Bogor setelah dimandikan.
Hamzah Haz meninggal di usia 84 tahun, terhitung sejak kelahirannya pada 5 Februari 1940. Lima tahun sebelum kemerdekaan Indonesia.
Sejauh ini, publik menilai Hamzah Haz merupakan sosok inspiratif dan teladan bagi anak bangsa. Hamzah Haz memulai karirnya dengan menjadi guru hingga berhasil menjadi wakil presiden. Hal ini selaras dengan yang disampaikan pada cuitan X/Twitter @erakinimedia.
“Hamzah Haz merupakan sosok inspiratif dan teladan bagi anak bangsa. Hamzah Haz yang lahir 5 Februari 1940 memulai karier menjadi guru hingga jadi wakil presiden,” tulisnya simpati.
Selain merupakan wakil presiden RI ke-9 yang mendampingi Megawati Soekarnoputri, Hamzah juga merupakan ketua Umum Partai Persatuan Pembangungan (PPP) pada tahun 1998 hingga 2007.
Sebelumnya Hamzah pernah aktif menjadi ketua DPW Nahdatul Ulama (NU) Kalimantan Barat dan menjadi wakil rakyat NU pada tahun yang sama.
Tidak hanya itu, sebelum menjadi wakil presiden Hamzah juga pernah menduduki berbagai posisi dalam pemerintahan Indonesia. Namun, beberapa kali juga Hamzah pernah mengundurkan diri dari jabatannya lantaran fokus pada partainya.
Setahun setelah menjabat menjadi Mentri Negara Investasi/Kepala Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 1998 Hamzah mengundurkan diri.
Aksi pengunduran pertama Hamzah pada kabinet Persatuan Nasional adalah ketika ia berhenti sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR-RI pada 6 Oktober 1999.
Jabatan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia adalah puncak karir Hamzah dalam dunia polisinya. Ia mendampingi Megawati Soekarno Putri yang saat itu menggantikan Abdurrahman Wahid sebagai Presdien RI.
Hal-hal tersebut membuktikan bahwa Hamzah merupakan sosok yang kuat dan teguh. Berbagai kendala dalam meniti kariernya tidak lantas membuatnya berhenti berjuang dalam pemerintahan Indonesia. Semua jasa-jasanya akan menjadi kenangan yang baik bagi seluruh masyarakyat Indonesia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama