Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Viral Emak-Emak Pesta Miras di Jeneponto Bikin Klarifikasi Malah Semakin Dihujat Netizen

Tugino • Senin, 29 Juli 2024 | 00:55 WIB
Potongan video emak-emak pesta miras di Jeneponto berakhir klarifikasi.
Potongan video emak-emak pesta miras di Jeneponto berakhir klarifikasi.

RADARTUBAN - Video memperlihatkan sekelompok emak-emak berhijab berpesta minuman keras (miras) di atas panggung viral di dunia maya. Video itu terjadi di Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kejadian ini bermula dari unggahan video di akun Facebook Indar Ayu pada Kamis (25/7). Kejadian tersebut memicu kecaman luas dari netizen.

Usai kejadian, enam emak-emak yang viral karena mengonsumsi minuman keras (miras) di depan anak-anak telah dibawa ke Mapolres Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Dikutip dari era.id (28/7), Kepala Desa Bulusibatang, Faisal Wahidin, menjelaskan kronologi penanganan kasus tersebut.

"Polisi datang menjemput, tapi saya minta mereka jalan duluan. Saya sendiri yang akan membawa emak-emak itu karena saya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat," ujarnya Sabtu (27/7).

Faisal menambahkan, seusai salat Jumat (26/7), ia mengantar para emak-emak ke Mapolres Jeneponto untuk diperiksa penyidik. Di sana, mereka juga menyampaikan permintaan maaf melalui video singkat.

Dalam video yang dibagikan melalui akun X @Heraloebss (27/7), terlihat para emak-emak mengenakan seragam merah bertuliskan "INDONESIA" dan beberapa mengenakan pakaian adat Makassar baju bodo.

Mereka tampak berjoget diiringi musik DJ sambil menenggak miras jenis Bir Bintang dan Anker. Lebih memprihatinkan, aksi ini disaksikan oleh anak-anak dan warga setempat.

Selain itu, dalam akun X @Heraloebss juga mengunggah video berdurasi 39 detik berisi permintaan maaf emak-emak tersebut (27/7).

Salah satu dari mereka, Wana, mewakili kelima rekannya menyatakan, "Saya, Wana, bersama lima teman yang ada di dalam video yang tersebar di akun Facebook Indar Ayu, memohon maaf atas kejadian tersebut, khususnya kepada masyarakat Desa Bulusibatang dan Kabupaten Jeneponto pada umumnya,'' kata dia dalam video.

Namun, video ini tetap memicu reaksi keras dari netizen di media sosial. Banyak yang mengkritik tindakan para emak-emak tersebut, terutama karena mereka mengenakan hijab saat melakukan aksi yang dianggap melanggar norma agama dan sosial.

Salah satunya yang disampaikan akun X @yoenkpinem (27/7), “Yang suruh minta maaf siapa? Bukan minum mirasnya yang disesalkan buk! Cuma jgn kalian pamer kegilaan dgn berbusana muslimah,” tulisnya membalas postingan komentar pada akun @Heraloebss.

“Selebihnya terserah kalian mau masok comberan toh kalian punya otak punya akal,” tulisnya menambahkan.

Selain itu, komentar serupa juga dilayangkan oleh akun X @nanorasendriya (28/7), “Berjilbab namun menenggak minuman keras sembari berjoget-joget, dan itu dilakukan di depan-anak-anak. Kesimpulan saya, moral anak bangsa justru dihancurkan oleh para orang tuanya sendiri,” tulisnya mengomentari postingan akun X @Heraloebss.

“Tapi tidak semua orang tua begitu, masih banyak juga orang tua yang waras,” tambahnya. Akun X @mhsdhq (28/7) juga membalas postingan akun X, “Minta maaf ke Tuhan dan ke anaknya bu”, tulisnya menanggapi video permintaan maaf tersebut. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Facebook 2024 #jeneponto #sulawesi selatan #akun X